PGE Targetkan Proyek PLTP Lumut Balai Unit III Beroperasi Penuh pada 2030
14 Januari 2026 18:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
PGE Targetkan Proyek PLTP Lumut Balai Unit III Beroperasi Penuh pada 2030
PT $ Pertamina$ Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi memulai pengembangan tahap eksekusi proyek PLTP Lumut Balai Unit III berkapasitas 55 megawatt (MW).kumparanBISNIS

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi memulai pengembangan tahap eksekusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit III berkapasitas 55 megawatt (MW).
Proyek PLTP Lumut Balai Unit III merupakan kelanjutan dari PLTP Lumut Balai Unit II berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak Juni 2025.
Proyek ini ditandai dengan pelaksanaan kick-off meeting pada Senin (12/1) sebagai langkah awal penguatan koordinasi internal dan eksternal.
PLTP yang berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan tersebut ditargetkan beroperasi penuh atau commissioning operation date (COD) pada 2030.
Kick-off meeting menjadi momentum awal untuk menyatukan seluruh fungsi di internal PGE, sekaligus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan eksternal.
Dalam pengembangan proyek ini, PGE melibatkan pemerintah daerah, kontraktor, masyarakat sekitar, PLN, hingga instansi pemerintah terkait agar setiap tahapan berjalan selaras dengan target yang telah ditetapkan.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, menyebut kick-off meeting menjadi fase krusial dalam memastikan kesiapan proyek secara menyeluruh.
โKick off meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, maupun pengelolaan risiko,โ kata Ahmad Yani dalam keterangan resminya, Rabu (14/1).
Menurut Ahmad Yani, pengembangan energi baru dan terbarukan saat ini berada pada fase yang semakin menentukan.
โPengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia kini memasuki fase yang semakin krusial, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RUPTL periode 2025-2034,โ katanya.
Ia menambahkan, proyek PLTP Lumut Balai Unit III telah ditetapkan sebagai bagian dari kebijakan strategis pemerintah. Selain itu, proyek ini juga masuk dalam daftar proyek strategis nasional.
โSelain itu, proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas,โ lanjutnya.
Melalui pengembangan PLTP Lumut Balai Unit III, PGE menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan. Ia juga menekankan peran proyek ini dalam memenuhi kebutuhan energi di daerah.
โSekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang terus meningkat,โ ujarnya.
Profil Proyek PLTP Lumut Balai Unit III
Proyek PLTP Lumut Balai Unit III merupakan kelanjutan dari PLTP Lumut Balai Unit II berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak Juni 2025.
Capaian tersebut memperkuat langkah PGE dalam mendekati target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan, serta 1,8 GW pada 2033.
Untuk mendukung rencana jangka panjang, PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri.
Di sisi lain, industri panas bumi juga memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Sepanjang periode 2010โ2024, sektor ini mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 21,43 triliun.
Selain itu, daerah penghasil turut memperoleh manfaat melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp 10,82 triliun pada periode 2019โ2024, yang berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi lokal melalui efek berganda.
Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, seperti PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas total 110 MW, serta proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
