PHRI Bali Sebut Kunjungan Wisata Mulai Membaik Menjelang Nataru

30 Desember 2025 9:51 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PHRI Bali Sebut Kunjungan Wisata Mulai Membaik Menjelang Nataru
Pengusaha perhotelan dan restoran di Bali membantah anggapan Pulau Dewata sepi wisatawan pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
kumparanBISNIS
Wisatawan berjalan di dekat danau saat berkunjung di Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali, Rabu (24/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan berjalan di dekat danau saat berkunjung di Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali, Rabu (24/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pengusaha perhotelan dan restoran di Bali membantah anggapan Pulau Dewata sepi wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menegaskan kondisi pariwisata Bali justru menunjukkan tren positif, terutama dari kunjungan wisatawan mancanegara.
Dia menyebutkan, sepanjang 2025 jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali diperkirakan mencapai sekitar 7 juta orang. Angka tersebut melampaui target awal 6,5 juta wisatawan dan meningkat sekitar 700 ribu dibandingkan realisasi 2024 yang berada di kisaran 6,3 juta kunjungan.
β€œTahun 2025 ini justru ada peningkatan kedatangan wisatawan mancanegara, dari tahun 2024. Untuk internasional turisnya jadi 7 juta,” ujar Rai kepada kumparan, Senin (29/12).
Meski demikian Rai mengakui kunjungan wisatawan domestik mengalami penurunan sekitar 10 persen dari target 10 juta orang pada 2025.
Menurut dia, penurunan ini dipengaruhi oleh pilihan masyarakat Indonesia yang lebih banyak berlibur ke luar negeri, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
β€œKarena harga tiket pesawatnya, kalau ke bali tiketnya harus promo,” tuturnya.
Selain itu, ada juga masyarakat dengan ekonomi lemah yang memilih menikmati momen liburan di kota masing-masing untuk menghindari pengeluaran besar.
Kemudian ada faktor lain yang mempengaruhi jumlah wisatawan domestik di Bali pada Nataru kali ini, yaitu perekonomian global yang masih dalam ketidakpastian.
Mulai Membaik
Sejumlah wisatawan mancanegara turun dari kapal cepat setibanya di Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida, Klungkung, Bali, Selasa (22/10/2024). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
Terkait periode Nataru, Rai Suryawijaya menegaskan situasi pariwisata Bali mulai membaik sejak 20 Desember 2025. Dia melihat masih ada properti dengan tingkat okupansi sekitar 60 persen.
β€œBali tidak sepi, situasi mulai 20 Desember ke atas ini mulai bagus, kalau ada properti yang okupansinya masih 60 persen, satu dua properti mungkin harus terus dievaluasi ya, bisa jadi kualitasnya menurun, atau service-nya kurang maksimal,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, tingkat keterisian hotel saat ini turut tertekan oleh bertambahnya pasokan akomodasi. Dalam beberapa waktu terakhir, banyak vila dan hotel baru bermunculan, termasuk hotel yang menambah jumlah kamar.
Berdasarkan data PHRI Bali, sepanjang 2025 Bali diproyeksikan akan menerima wisatawan sebanyak 15,99 juta orang atau menurun 2,8 persen dari jumlah wisatawan pada 2024 yang sebanyak 16,46 juta orang.
Dalam data itu sepanjang 1-23 Desember 2025 berdasarkan data sementara dari PT Angkasa Pura, Bali dikunjungi oleh 839.155 wisatawan atau menurun 43,8 persen dari 2024 sebanyak 1,49 juta wisatawan.
Trending Now