Populer: Dirut dan Komut Baru BSI; Pemerintah Tambah Impor Sapi

17 Mei 2025 6:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 2 Juni 2025 13:11 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Populer: Dirut dan Komut Baru BSI; Pemerintah Tambah Impor Sapi
Pemerintah memutuskan untuk menambah kuota impor sapi hidup atau bakalan sebanyak 184.000 ekor.
kumparanBISNIS
Dokter hewan karantina melakukan pengecekan sapi impor dari Australia di Fasilitas Instalasi Karantina Hewan, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/2/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Dokter hewan karantina melakukan pengecekan sapi impor dari Australia di Fasilitas Instalasi Karantina Hewan, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/2/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI yang digelar, Jumat (16/5), memutuskan menunjuk Anggoro Eko Cahyo menjadi Direktur Utama BSI. Kabar tersebut menjadi salah satu berita paling banyak dibaca sepanjang Jumat (16/5).
Ada juga soal pemerintah memutuskan untuk menambah kuota impor sapi hidup atau bakalan sebanyak 184.000 ekor untuk mendorong produksi daging sapi dalam negeri. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBISNIS:

Dirut dan Komut Baru BSI

Selain Anggoro, direksi lain yang baru adalah Muharto, Direktur Informasi Teknologi. Lalu ada Arief Adhi Sanjaya sebagai Direktur Compliance dan Human Capital, dan Firman Nugraha sebagai Direktur Treasury & International Banking.
Di jajaran komisaris, mayoritas baru. Ada Muhadjir Effendy menjabat sebagai Komisaris Utama BSI, Meidy Firmansyah sebagai Komisaris, Mochammad Agus Rofiuddin sebagai Komisaris, Kamaruddin Amin sebagai Komisaris, Nizar Ahmad Saputra sebagai Komisaris Independen, Muhammad Syafii Antonio sebagai Komisaris Independen, dan Addin Jauharuddin sebagai Komisaris Independen.

Berikut Susunan Lengkap Komisaris dan Direksi BSI

Jajaran Komisaris

Jajaran Direksi

Impor Sapi Hidup Ditambah

Keputusan ini dibarengi dengan pemangkasan impor daging kerbau akibat realisasi pemasukan yang rendah.
โ€œ(Jumlah impor sapi bakalan) 350.000 ekor tambah 184.000 ekor. Jadi saya sudah tadi bicara dengan teman-teman kalau memang kita fokusnya sapi bakalan, nanti kita bebasin aja, enggak usah ada kuota-kuota lagi," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Jumat (16/5).
Menurut Zulhas, impor sapi hidup memiliki nilai tambah karena pengelolaannya melibatkan peternak, petani rumput, hingga penyedia pakan. Sementara impor daging beku dinilai tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
"Tapi kalau (daging) beku, enggak ada nilai tambahnya. Beli daging beku dari di sana masuk sini langsung jual. Jadi harganya bisa lebih murah daripada kalau kita gemukin kan," tutur Zulhas.
Trending Now