Populer: Penduduk Miskin di RI Masih 23,9 Juta Orang; Jangan Terjebak Pinjol

23 Agustus 2025 5:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Populer: Penduduk Miskin di RI Masih 23,9 Juta Orang; Jangan Terjebak Pinjol
Penduduk miskin di RI masih 23,9 juta orang dan pesan agar tak terjebak pinjol menjadi berita populer di kumparanBisnis.
kumparanBISNIS
Warga beraktivitas di permukiman bantaran sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu (15/4). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Warga beraktivitas di permukiman bantaran sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu (15/4). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai data penduduk miskin di Indonesia menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Jumat (22/8).
Selain itu, pesan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar masyarakat tak terjebak pinjaman online (pinjol) juga tak kalah menyita perhatian publik.
Berikut ini rangkuman selengkapnya:

Sri Mulyani Ungkap Penduduk Miskin di RI Masih 23,9 Juta Orang

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan saat acara Konvensi Sains Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
Sri Mulyani mengungkapkan tingkat kemiskinan Indonesia pada 2025 turun ke level terendah, yakni di 8,47 persen. Namun, jumlah penduduk miskin di Tanah Air masih cukup banyak.
β€œTingkat kemiskinan juga pertama kali turun di bawah 9 persen yaitu 8,47 persen, meskipun headcount-nya ada di angka 23,85 juta, jumlah penduduk miskin kita juga turun dari 25,22 juta ke 23,9 juta orang,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (22/8).
Selain itu, Sri Mulyani juga menyoroti perbaikan di sektor ketenagakerjaan. Pada 2025, tercatat pembukaan lapangan kerja mencapai 3,59 juta, meningkat tipis dari 2024 yang sebanyak 3,55 juta.
Sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,76 persen, setara dengan 7,3 juta orang, dari sebelumnya 7,2 juta orang atau 4,82 persen pada tahun 2024.
OJK: Jangan Terjebak Pinjol dan Paylater, Biasakan Menabung Sejak Dini
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi di Gedung Dhanapala, Senin (23/12/2024). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan generasi muda lebih bijak mengelola uang sejak dini. Pesan itu disampaikan dalam acara Hari Indonesia Menabung 2025 yang digelar di Auditorium Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (22/8).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyoroti bahaya pinjaman online (pinjol), penggunaan paylater yang tak sesuai kebutuhan, hingga maraknya judi online (judol) yang mulai menyasar pelajar.
"Jangan berutang apalagi itu dari muda, bahaya ya. Jangan sampai terjebak pinjaman online ilegal, kemudian kalau yang paylater nanti deh kalau udah agak gedean ya dan itu untuk yang produktif," ujar Friderica.
Friderica juga menekankan pentingnya menghindari budaya konsumtif negatif, misalnya membeli barang untuk sekadar terlihat keren di depan orang lain, terutama jika uangnya bersumber dari utang.
Trending Now