Populer: Tol Sumatera Terdampak Banjir; RI Setor USD 1 M ke Bank Buatan BRICS
3 Desember 2025 6:10 WIB
·
waktu baca 2 menit
Populer: Tol Sumatera Terdampak Banjir; RI Setor USD 1 M ke Bank Buatan BRICS
Ruas tol di Sumatera banyak yang retak terdampak bencana banjir-longsor. Jadi berita populer bersamaan dengan RI setor ke NDB BRICS. kumparanBISNIS

Selain itu, langkah Indonesia yang menyetor dana sebesar USD 1 miliar atau Rp 16,61 triliun (dengan kurs Rp 16.618 per dolar AS) untuk investasi ke New Development Bank (NDB) juga ramai dibaca di kumparanBisnis.
Tol Sumatera yang Terdampak Bencana
Terkait kesiapan tol di Sumatra, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan sejumlah ruas tol di Sumatera yang rusak akibat banjir dan longsor bisa kembali digunakan sebelum 16 Desember 2025. BPJT juga sudah berkoordinasi dengan Asosisasi Jalan Tol Indonesia (ATI) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memastikan layanan selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) optimal.
Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menuturkan ada lima ruas jalan tol yang terdampak bencana di wilayah Sumatera, termasuk satu titik yang terputus di ruas Medan-Kualanamu-Tebing TInggi. Adapun tim BPJT pun sudah turun ke lokasi untuk mempercepat perbaikan
"Kemarin teman-teman kita sudah koordinasi dan tim BPJT juga sudah ke lapangan kemarin. InsyaAllah nanti yang terputus-terputus bisa difungsikan lagi sebelum tanggal 16," ujar Wilan.
RI Setor USD 1 M ke New Development Bank
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan investasi Indonesia ke New Development Bank (NDB) merupakan langkah lanjutan usai Indonesia bergabung dengan BRICS. Menurutnya, dengan begitu Indonesia tidak sekadar menjadi anggota, tetapi langsung berperan aktif dalam persiapan dan penguatan bank pembangunan tersebut.
“Bergabungnya Indonesia juga ditindaklanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana USD 1 miliar untuk investasi New Development Bank,” kata Airlangga.
Masuknya Indonesia ke BRICS sejalan dengan peran Indonesia sebagai pemimpin Konferensi Asia–Afrika. Menurutnya memang wajar jika Indonesia memperkuat hubungan dengan negara-negara besar yang tergabung dalam BRICS seperti China, India, Brasil, dan Rusia.
“Dengan BRICS kita juga melihat merupakan potensi kerja sama global south sebagai konsekuensi Indonesia memimpin konferensi Asia-Afrika, maka normal dengan BRICS ini ada China, ada India, ada Brasil, ada Rusia,” ujarnya.
