Prabowo Resmikan 2 Lapangan Minyak Medco di Natuna, Bisa Tambah Lifting Migas RI

16 Mei 2025 15:04 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo Resmikan 2 Lapangan Minyak Medco di Natuna, Bisa Tambah Lifting Migas RI
Prabowo meresmikan produksi dua lapangan Medco di Natuna yaitu Forel dan Terubuk. Jadi proyek migas pertama dalam masa pemerintahannya.
kumparanBISNIS
Presiden Prabowo Subianto meresmikan produksi lapangan migas Forel dan Terubuk yang dikelola Medco Forel dan Terubuk di Blok South Natuna Sea Block B di Kepulauan Riau, Jumat (16/5/2025). Foto: YouTube Sekretariat Presiden RI
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto meresmikan produksi lapangan migas Forel dan Terubuk yang dikelola Medco Forel dan Terubuk di Blok South Natuna Sea Block B di Kepulauan Riau, Jumat (16/5/2025). Foto: YouTube Sekretariat Presiden RI
Presiden Prabowo Subianto meresmikan produksi lapangan minyak Forel dan Terubuk yang menjadi bagian dari Blok South Natuna Sea Block B di Kepulauan Riau. Peresmian dilakukan secara online di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (16/5).
Sementara di lapangan, ada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang hadir didampingi Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Hadir di samping mereka CEO PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro dan Director Of Operations at PT Medco Energi Internasional Tbk Ronald Gunawan.
"Dengan mengucap bismillah, pada siang ini, hari Jumat 16 Mei 2025, saya Prabowo Subianto Presiden RI meresmikan produksi perdana lapangan minyak Forel dan Terubuk," kata Prabowo.
Proyek pengembangan ini dikerjakan afiliasi PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Medco E&P Natuna Block B Ltd. Perusahaan memegang hak partisipasi 40 persen dan Medco Daya Abadi Lestari dengan hak partisipasi 35 persen. Sisanya, dipegang oleh Prime Energy sebesar 25 persen.
Prabowo mengaku bangga terhadap Medco karena dua lapangan ini menjadi yang pertama diresmikan di pemerintahannya. Dengan adanya produksi minyak dari lapangan di lepas pantai Natuna ini, Indonesia bisa mengejar target swasembada energi nasional.
Kata dia, penghematan ratusan triliunan rupiah uang Indonesia bisa dilakukan dan digunakan untuk rakyat jika Indonesia bisa mandiri terhadap kebutuhan energi. Apalagi Prabowo menargetkan Indonesia bisa mengejar lifting minyak 1 juta barel pada 2029-20230.
"Kedua proyek ini jadi tonggak penting, tonggak sejarah untuk capai swasembada energi nasional. Mencapai swasembada energi nasional sangat penting bagi kemerdekaan bangsa kita," terangnya.

Produksi 20 Ribu Barel Minyak per Hari, TKDN Hampir 100 Persen

FPSO Marlin Natuna di Pax Ocean Pertama Shipyard, Batam, Kepulauan Riau, Senin (30/9/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Di lokasi terpisah, Bahlil mengatakan produksi minyak dari 2 lapangan ini mencapai 20 ribu barel per hari dan gas 68 million standard cubic feet per day. Produksi dari 2 lapangan ini akan menambah lifting migas yang nasional yang saat ini masih rendah di level 580 ribu barel per hari.
"Jadi target kita dengan kalkulasi yang ada di tahun 2028-2029, minimal 900 ribu hingga 1 juta barel," katanya.
Pengembangan proyek ini menghabiskan dana sekitar USD 600 juta atau Rp 10 triliun. Bahlil mengaku bangga pada Medco karena proyek ini menyerap banyak tenaga kerja sebanyak 2.300 orang saat konstruksi hingga komponen lokal (TKDN) hampir 100 persen.
"Proyek ini punya nilai strategis karena yang punya adalah anak kandung Republik Indonesia, pekerjanya semua anak-anak Indonesia termasuk kapal FPSO (Floating Production, Storage, and Offloading) Medco itu buatan 100 persen TKDN RI," jelasnya.
Trending Now