Progam Magang Nasional Dibuka, 20 Ribu Fresh Graduate Mulai Diterima Pekan Ini

20 Oktober 2025 15:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Progam Magang Nasional Dibuka, 20 Ribu Fresh Graduate Mulai Diterima Pekan Ini
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pelaksanaan program Magang Nasional 2025 gelombang I, Senin (20/10).
kumparanBISNIS
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pelaksanaan program Magang Nasional 2025 gelombang I, Senin (20/10). Sebanyak 15 ribu peserta dinyatakan diterima dari total kuota 20 ribu peserta yang ditetapkan pemerintah.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan bahwa akan ada pengumuman tambahan untuk penetapan 5 ribu peserta lainnya pada Rabu (22/10).
โ€œRabu kita umumkan (5 ribu peserta lainnya), semoga target 20 ribu (untuk batch I) selesai,โ€ kata Yassierli dalam acara pembukaan program Magang Nasional 2025 di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (20/10).
Yassierli menilai program ini merupakan kesempatan baik bagi para lulusan baru atau fresh graduate perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja, pengalaman terkait tentang budaya dan praktik-praktik kerja profesional, sekaligus untuk peningkatan kompetensi.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa pengawasan program ini berjalan dengan baik sejak awal. Menurutnya, Kemnaker telah melakukan seleksi perusahaan yang layak untuk menjadi mitra dunia usaha atau industri pemerintah terkait program magang tersebut.
โ€œKita tetap punya mekanisme pengaduan melalui kanal-kanal informasi. Jadi kepada adik-adik beserta magang, jangan khawatir jika ada sesuatu yang menurut adik-adik perlu dilaporkan kepada kami, silakan dilaporkan melalui kanal-kanal informasi yang ada,โ€ ujarnya.
โ€œKita berharap proses pemagangan ini seharusnya berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar,โ€ tambahnya.
Gelombang ke II
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Setelah seleksi gelombang pertama selesai, pemerintah akan kembali membuka Magang Nasional 2025 gelombang II pada November mendatang dengan kuota 80 ribu peserta.
Yassierli mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan program Magang Nasional 2025 gelombang II, Kemnaker mendorong perluasan akses magang baik dari segi geografis maupun posisi magang.
Menurutnya, posisi magang pada gelombang pertama masih didominasi oleh posisi administrasi hingga sales, alih-alih jenis pekerjaan kekinian di sektor digital atau pekerjaan hijau (green jobs) dalam program tersebut.
Ia menekankan, pelaksanaan dari batch pertama akan menjadi bahan evaluasi dengan berbagai catatan perbaikan agar pelaksanaan di gelombang kedua berjalan lebih optimal.
โ€œNanti kita balance, artinya batch I, dengan segala dinamikanya, kita punya waktu, kita kelola seoptimal mungkin. Batch I hasilnya seperti itu, lalu di gelombang II, kesempatan kita untuk mem-balance-kan nanti,โ€ jelasnya.
โ€œJadi artinya ketika sudah terlalu banyak yang di sektor tertentu, kita akan pilih di sektor yang lain,โ€ imbuhnya..
Lebih lanjut, Kemnaker mencatat bahwa penyerapan peserta dan perusahaan mitra masih terpusat di Pulau Jawa, terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Oleh karena itu, pemerataan geografis menjadi fokus utama di gelombang kedua.
โ€œBatch II kita akan dorong lebih besar lagi. Dan kalau kita lihat respons dari perusahaan-perusahaan, mereka antusias (untuk terlibat dalam program Magang Nasional 2025),โ€ kata Yassierli.
Selain memperluas jangkauan, Kemnaker juga mendorong perluasan akses magang kepada perusahaan serta kantor kementerian, lembaga, dan badan pemerintahan pusat/daerah di seluruh wilayah Indonesia, dengan pengawasan yang melibatkan semua pihak terkait.
โ€œNanti mekanisme pengawasan, yang pertama adalah dari kami. Kami lakukan evaluasi rutin, lalu dari Komisi IX DPR RI, serta dari peserta magang sendiri juga harus bisa mengawasi, makanya kita buka kanal pengaduan,โ€ kata Yassierli.
Trending Now