PT Pos Mulai Salurkan BLT di Wilayah yang Terdampak Bencana Sumatera

4 Desember 2025 18:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Pos Mulai Salurkan BLT di Wilayah yang Terdampak Bencana Sumatera
PT Pos Indonesia (Persero) menyampaikan penyaluran BLT di Sumatera sempat terkendala karena bencana yang melanda.
kumparanBISNIS
Ilustrasi Pos Indonesia. Foto: Instagram/@posindonesia.ig
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pos Indonesia. Foto: Instagram/@posindonesia.ig
PT Pos Indonesia (Persero) mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di sejumlah wilayah bencana banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatera.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menyatakan pada Senin (1/12), cabang kantor di Langsa, Aceh dan Sibolga, Sumatera Utara, belum dapat beroperasi penuh imbas bencana.
“Yang kami Pos (di Langsa dan Sibolga) belum bisa aktif full ya. Tapi sekarang alhamdulillah sudah mulai dan kami sudah mulai membayarkan (BLT),” kata Haris saat ditemui usai acara Pembagian BLT Kesra di Kantor PT Pos Jakarta Timur, Kamis (4/12).
Haris mengatakan pihaknya sempat mempertimbangkan opsi penyaluran BLT di lokasi bencana atau di titik pengungsian. Namun, rencana tersebut urung dilakukan karena dikhawatirkan justru menimbulkan ketegangan sosial.
“Kami kan menerima mandat data gitu ya. Kita tahu nanti kan di pengungsian ini tidak hanya (ada) orang yang berhak menerima (BLT saja). Banyak masyarakat kita yang lain (yang tidak menerima) juga kan. Nah khawatir kita ‘loh kok mereka dapat saya tidak’,” tutur Haris.
Haris memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran dilakukan secara tepat sasaran sesuai perintah dan daftar penerima yang telah ditetapkan.
Haris memaparkan penyaluran BLT di Kantor Pos Cabang Sibolga memiliki alokasi penerima sebanyak 5.537 orang. Namun, karena sempat tutup pada 1 Desember, yang tersalurkan baru sekitar 1.200 penerima.
“Jadi masih ada sekitar 3000-an lagi yang tersisa. Jadi masih 20 persen untuk yang Sibolga ya,” ucap Harisz
Sementara itu, Kantor Pos Cabang Langsa sebelumnya memiliki alokasi penerima sebanyak 42.000 orang, dan hingga 1 Desember telah tersalurkan kepada 10.565 penerima atau sekitar 24,59 persen.
Penyaluran BLT di Wilayah Bencana Akan Tetap Terlaksana
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, di Kantor Pos Jakarta Timur, Kamis (4/12/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Lebih lanjut, Haris mengakui terdapat kemungkinan jumlah penerima BLT berubah karena adanya korban meninggal atau hilang. Namun, ia menegaskan penetapan penerima tetap mengacu pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yaitu anggota keluarga yang tercatat dalam satu kartu keluarga.
“Nah 4 orang ini misalnya anaknya 2, 4 orang ini berhak menerima. Jadi ya harapan kita masih ada (yang bisa menerima) gitu ya,” jelasnya.
Haris akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari jalan keluar, termasuk mempertimbangkan penerbitan surat keterangan pengganti dokumen bagi warga terdampak bencana yang tidak dapat menerima BLT karena dokumen mereka hilang.
“Ini kan warga negara gitu. Jadi karena itu kita terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Nanti mungkin ada penerima yang ‘oh saya udah hilang KTP’ dan sebagainya. Nanti kita koordinasi dengan pemerintah daerah,” ucap Haris.
Pemerintah Akan Hitung Kerugian Ekonomi Imbas Bencana Sumatera
Petugas mengevakuasi korban bencana di Sumatera Utara, Sabtu (29/11). Foto: Dok Polda Sumut
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan dampak bencana terhadap pertumbuhan ekonomi dipastikan akan dirasakan terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia mengatakan perhitungan dampaknya akan dilakukan oleh pemerintah setelah masa tanggap bencana selesai.
“Tentu dampaknya pasti di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Nah, nanti kita akan hitung karena sekarang masih dalam tanggap bencana dulu,” ucap Airlangga dalam kesempatan yang sama.
Airlangga memastikan pemerintah pasti akan mengambil langkah-langkah pencegahan bencana di masa mendatang. “Tentu mitigasi diperlukan ya,” tutur Airlangga.
Trending Now