PTFI Targetkan Penjualan Tembaga-Emas Capai Rp 141 Triliun hingga Akhir 2025
24 November 2025 13:28 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
PTFI Targetkan Penjualan Tembaga-Emas Capai Rp 141 Triliun hingga Akhir 2025
Penjualan tersebut diproyeksi mencapai 82 persen dari target penjualan tahun ini USD 10,4 miliar.kumparanBISNIS

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyatakan target tersebut hanya mencapai 82 persen dari target penjualan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Pembiayaan (RKAB) pertama yaitu sekitar USD 10,4 miliar.
βKami bisa mencapai pendapatan penjualan pada tahun ini sekitar USD 8,5 miliar. Atau hanya turun 18 persen dari proyeksi sesuai dengan RKAB,β kata Tony dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Senin (24/11).
Tony memaparkan, kinerja pada semester I-2025 tidak mencapai target karena terdampak kebakaran di smelter, yang menyebabkan inventori konsentrat yang tinggi di Timika, sehingga menyebabkan perlambatan operasi penambangan hingga ke tingkat produksi 40 persen dalam triwulan pertama.
βVolume penjualan tembaga tertulis sekitar 770 ribu ton, namun hanya bisa kita capai sekitar 537 ribu ton sampai dengan akhir tahun 2025 ini,β lanjut Tony.
Sementara itu, produksi emas diproyeksikan hanya mencapai 33 ton atau hanya 50 persen dari target RKAB 2025 yang mencapai 67 ton. Tony memaparkan, turunnya produksi emas ini juga diakibatkan insiden luncuran material basah di Tambang Grasberg pada 8 September lalu.
βJadi walaupun produksi tembaga berkurang 30 persen, emas berkurang 50 persen, kami bisa mencapai pendapatan penjualan pada tahun ini sekitar 8,5 miliar dolar,β kata Tony.
Rencana Produksi pada Tahun 2026
Berdasarkan rencana kerja tahun 2026, Tony menjelaskan dalam RKAB yang telah direvisi dan diserahkan ke Kementerian ESDM sebelumnya, target produksi mengalami penurunan cukup besar.
Tony memaparkan, dari rencana awal 700 ribu ton katoda tembaga, produksi tahun 2026 diperkirakan hanya mencapai 478 ribu ton atau sekitar 68 persen dari target lama yaitu 703 ribu ton. Untuk emas, dari rencana 45 ton, produksi 2026 dalam RKAB baru hanya diproyeksikan 26 ton.
βDan ini semuanya (emas) akan dikonsumsi oleh PT Antam. Tidak ada rencana untuk mengekspor emas (pada 2026),β kata Tony.
Tony pun menyampaikan proyeksi penjualan dalam RKAB baru dapat mencapai nilai yang hampir sama dengan RKAB lama, yakni sekitar USD 8,5 miliar, meskipun produksi tembaga turun sekitar 32 persen dan emas turun 43 persen. βTapi rencana pendapatan penjualan itu bisa hampir 100 persen sama dengan RKAB yang lama,β tutur Tony.
Untuk penerimaan negara pada 2026, yang semula diperkirakan hanya USD 2,7 miliar dalam RKAB lama, angkanya diproyeksikan naik menjadi USD 2,9 miliar berkat harga jual yang lebih kuat.
βDengan harga yang diperkirakan kencang lebih baik penerimaan negara itu akan mencapai 2,9 miliar dolar,β lanjut Tony.
