Purbaya Sebut Pembangunan Pascabencana Dorong Pertumbuhan Ekonomi
15 Desember 2025 15:55 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Purbaya Sebut Pembangunan Pascabencana Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya siapkan tambahan anggaran BNPB Rp 1,6 triliun untuk penanganan bencana dan rekonstruksi, dorong pemulihan serta jaga pertumbuhan ekonomi.kumparanBISNIS

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai langkah penanganan dan rekonstruksi pascabencana justru dapat memberikan dampak positif terhadap laju pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, belanja pemerintah untuk pembangunan kembali infrastruktur dan perumahan di daerah terdampak akan memicu perputaran ekonomi baru.
"Malah kalau kebutuhan-kebutuhan (belanja) malah bisa mendorong sedikit. Kan loss di sana, tapi kan ada pembangunan, perumahan, dan lain-lain. Itu akan ada pertumbuhan ekonomi yang lebih besar," jelas Purbaya usai tindak lanjut rapat terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (15/12).
Purbaya menepis kekhawatiran bahwa bencana akan mengganggu laju ekonomi nasional secara signifikan. Demi mendukung percepatan rekonstruksi tersebut, pemerintah memastikan kesiapan anggaran, baik untuk hunian sementara maupun hunian tetap.
Ia mengungkapkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengajukan tambahan dana sebesar Rp 1,6 triliun untuk penanganan dampak bencana.
"Kalau dari BNPB pasti anggarannya ada, karena kan kita siapkan. BNPB-nya sudah mengajukan Rp 1,6 triliun tambahan,β kata Purbaya kepada wartawan.
Selain dana tambahan tersebut, ia menyebut alokasi anggaran untuk tahun 2026 juga sudah tersedia sebesar Rp 1,3 triliun guna melanjutkan program pemulihan.
βMasih ada Rp 1,3 triliun lagi tahun depan diperlukan. Dan tahun depan dananya sudah, uangnya sudah ada, tinggal mereka buat program," ungkapnya.
Hapus Utang Proyek Pemda
Purbaya turut meringankan beban Pemerintah Daerah (Pemda) yang terdampak bencana melalui penghapusan utang proyek.
Utang yang dimaksud adalah utang proyek dari Pemda kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
βKalau di Kemenkeu kita hapusin apa ya, yang ada kan pinjaman Pemda ke SMI misalnya yang untuk bangun jembatan, bangun jalan, dan lain-lain. Kita lihat kalau infrastrukturnya sudah hilang, ya dibebasin,β kata Purbaya.
Meski demikian, untuk utang proyek yang proyeknya masih ada akan disesuaikan berdasarkan kondisi daerah.
βKita lihat kondisinya seperti apa. Tapi kita siap untuk [menghapuskan utang] proyek-proyek yang memang hilang. Hilang, jalannya hancur, kita nolkan,β ujarnya.
Namun, Purbaya belum memiliki hitungan terkait total nilai proyek yang hilang akibat bencana. Ia akan mendiskusikan bersama SMI untuk menghitung total nilai proyek yang hilang akibat bencana.
