Ramai Buruh Bermalam di Stasiun, KRL Cikarang Diminta Layani Penumpang 24 jam

18 November 2025 15:23 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ramai Buruh Bermalam di Stasiun, KRL Cikarang Diminta Layani Penumpang 24 jam
Ramai di media sosial soal pekerja atau buruh yang bekerja di pabrik sekitar Cikarang, memutuskan menginap di area Stasiun Cikarang akibat tertinggal kereta terakhir menuju Bekasi atau Jakarta.
kumparanBISNIS
Ilustrasi KRL. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KRL. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Ramai di media sosial soal pekerja atau buruh yang bekerja di pabrik sekitar Cikarang, memutuskan menginap di area Stasiun Cikarang akibat tertinggal kereta terakhir menuju Bekasi atau Jakarta.
Berdasarkan laman Jadwal Kereta commuterline.id, keberangkatan kereta terakhir dari Stasiun Cikarang adalah sekitar pukul 23.00 WIB.
Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) sekaligus pengamat transportasi, Darmaningtyas, menilai sudah saatnya KAI Commuter memberlakukan KRL 24 jam untuk rute-rute tertentu, salah satunya KRL Cikarang.
β€œMungkin sudah saatnya (punya KRL 24 jam) untuk wilayah sampai Banten (dan) Cikarang. Cuma memang headway-nya tentu tidak bisa lebih rapat dibandingkan pada dari biasa (atau jam biasanya) ya. Mungkin satu jam sekali,” kata Darmaningtyas kepada kumparan, Selasa (18/11).
Selain itu, dia juga mengusulkan agar pemerintah membuat kereta khusus bagi buruh dan pekerja yang membutuhkan waktu keberangkatan bekerja lebih pagi dari jadwal kereta. Menurut dia, tidak hanya petani dan pedagang, pekerja juga membutuhkan kereta khusus yang tarifnya disubsidi oleh pemerintah.
β€œSaya kira lebih baik pemerintah itu membangun dan mensubsidi kereta untuk buruh, pedagang kecil, petani (yang) tarifnya ya disubsidi oleh pemerintah dibandingkan untuk mensubsidi kereta cepat,” jelasnya.
Dia menilai, pembangunan kereta khusus pekerja baik buruh, petani, pedagang lebih penting dan bermanfaat bagi masyarakat daripada kereta cepat atau Whoosh.
β€œDaripada membangun kereta cepat, lebih baik membangun kereta untuk para petani, para pedagang, para buruh, para pegawai honorer, office boy, satpam yang kerjanya harus pagi-pagi atau pulangnya malam-malam itu lebih baik difasilitasi secara khusus,” tutupnya.
Trending Now