Realisasi Penyaluran KUR Perumahan Capai Rp 492 Miliar per 15 November 2025

18 November 2025 10:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Realisasi Penyaluran KUR Perumahan Capai Rp 492 Miliar per 15 November 2025
Kementerian PKP mencatat realisasi KUR Perumahan paling banyak disalurkan oleh Bank Nobu, disusul oleh BNI dan BTN.
kumparanBISNIS
Foto udara deretan unit rumah subsidi di Kecamatan Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara deretan unit rumah subsidi di Kecamatan Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) mencatat hingga 15 November 2025 realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) yang merupakan bagian dari skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan capai Rp 492,12 miliar. Program ini baru dimulai pada 21 Oktober 2025.
Secara rinci data Kementerian PKP menunjukkan, Bank Nationalnobu atau Bank Nobu memimpin realisasi sebesar Rp 280,18 miliar, disusul Bank Negara Indonesia (BNI) Rp 127,6 miliar, Bank Tabungan Negara (BTN) Rp 74,42 miliar.
Selanjutnya ada Bank Artha Graha Internasional Rp 5 miliar, Bank Perkreditan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Rp 3 miliar, BPD Jawa Barat dan Banten Rp 850 juta, Bank Mandiri Rp 700 juta, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp 225 juta dan BPD Jawa Tengah Rp 140 juta.
Menteri PKP Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara mengatakan posisi realisasi penyaluran yang dipimpin perbankan dari sektor swasta merupakan fenomena yang bagus.
β€œIni adalah fenomena yang bagus, swasta partisipasinya tinggi, bahkan nomor 1 Bank Nobu dan ini membuktikan KUR perumahan karya dari pemerintahan Pak Prabowo yang pertama kali terjadi di Indonesia, ini direspons dengan baik. Padahal kita baru mulai 21 Oktober,” kata Ara di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/11).
Menteri PKP Maruarar Sirait ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat pada Kamis (3/7). Foto: Argya Maheswara/kumparan
Ara menjelaskan penyebab program ini baru dimulai pada 21 Oktober 2025 adalah Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) baru terintegrasi dengan perbankan.
β€œSaya terima kasih ya kepada Bank BRI, BNI, Mandiri, BTN, BNI semua ya, Bank Daerah. Dan juga Bank Swasta, khususnya Bank Nobu yang paling tinggi,” jelasnya.
Dia mengatakan Bank Central Indonesia (BCA) tidak masuk dalam program ini sebab memiliki program kredit sendiri dengan subsidi dari pemerintah, mulai dari uang muka 1 persen, bunga 5 persen dan tenor 20 tahun. Hanya saja, BCA menanggung sendiri subsidi uang muka kredit ini.
Dalam kesempatan yang sama, Ara juga membeberkan hingga hari ini sudah mencapai 221.821 unit dari total alokasi 350.000 unit untuk 2025.
β€œIni sekarang tanggal 17 November sudah 221.821. Jadi sudah melebihi 1 tahun lalu. Karena tahun lalu 200.300. Jadi saya berani mengatakan bahwa ini dibutuhkan rakyat, buktinya sudah melewati dibanding tahun lalu,” jelasnya.
Trending Now