REI Respons Rencana Fahri Hamzah Buat Bulog Perumahan
26 Juli 2025 21:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
REI Respons Rencana Fahri Hamzah Buat Bulog Perumahan
REI keluhkan sulitnya jual rumah karena daya beli lemah. Minta pemerintah beri stimulus konkret, bukan bikin lembaga baru seperti usulan Bulog perumahan.kumparanBISNIS

Bambang menilai masalah utama backlog perumahan bukan terletak pada ketersediaan rumah, melainkan lemahnya daya beli masyarakat.
βMasalahnya sekarang ini menjual rumah atau properti itu memang sulit. Bukan karena kebutuhannya yang tidak ada, tapi karena daya belinya yang kurang,β ujar Bambang ketika dihubungi kumparan, Sabtu (26/7).
Bambang juga menyinggung pentingnya langkah pasti pemerintah, seperti memperluas lapangan kerja, memberi insentif kepada pengembang agar bisa membangun rumah dengan efisien, serta memastikan akses pembiayaan lebih mudah melalui bank.
Dia menilai Bank Tabungan Negara (BTN) memegang peran penting dalam memperluas akses pembiayaan perumahan rakyat.
Bambang berpendapat, perlunya kebijakan yang membuat kredit pemilikan rumah lebih terjangkau, seperti penurunan bunga, skema uang muka nol persen, dan persyaratan yang lebih ringan.
Menurut Bambang, dengan posisi Fahri Hamzah yang juga menjabat sebagai komisaris BTN, langkah strategis yang dapat dilakukan adalah mendorong direksi agar jaringan cabang BTN juga membantu pengembang rumah subsidi, khususnya mereka yang tengah menghadapi kesulitan dalam program FLPP.
"Jadi hal itu yang paling penting adalah bikin satu program yang konkret dan tepat sasaran, gitu loh. Bukannya membuat kelembagaan baru yang nantinya juga menimbulkan masalah baru,β lanjut ia.
Sebelumnya, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Fahri Hamzah, menyambangi kantor Menteri BUMN Erick Thohir membahas rencana pembentukan lembaga seperti Perum Bulog untuk sektor perumahan.
Fahri menyebutkan, supaya pengadaan perumahan lebih masif, dia mencetuskan agar membentuk suatu lembaga baru yang bertugas sebagai offtaker alias pembeli perumahan dari pengembang (developer) yang saat ini banyak yang sulit terjual.
"Rumah ini belum ada 'Bulog'-nya, sehingga saya tadi mengajukan usulan kepada Menteri BUMN Pak Erick untuk memikirkan berdirinya Bulog untuk perumahan ini," ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jumat (25/7).
