Rekrutmen CPNS pada 2026 Bakal Lebih Selektif
18 Agustus 2025 8:29 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Rekrutmen CPNS pada 2026 Bakal Lebih Selektif
Pemerintah tengah menghitung kebutuhan CPNS tahun depan. Seleksi akan diperketat. kumparanBISNIS

Pemerintah akan semakin selektif dalam rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) atau CPNS pada tahun 2026 mendatang.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan formasi ASN 2026 akan disesuaikan setelah memperhitungkan jumlah pegawai yang pensiun, dengan berpedoman pada kebijakan zero atau minus growth.
Zero growth adalah kebijakan penerimaan pegawai dengan jumlah yang sama dengan pegawai yang berhenti. Sementara minus growth adalah penerimaan pegawai dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan pegawai yang berhenti.
โMenghitung kebutuhan ASN tahun 2026 dengan memperhitungkan formasi pegawai yang dibutuhkan dan jumlah ASN yang pensiun, serta berpedoman pada kebijakan zero atau minus growth,โ tulis Sri Mulyani dalam Buku Nota Keuangan II Tahun 2026, dikutip Senin (18/8).
Nasib Kenaikan Gaji PNS pada 2026
Di sisi lain, Sri Mulyani menegaskan belanja pegawai tetap menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola birokrasi.
Kebijakan belanja pegawai pada 2026, lanjut dia, juga diarahkan untuk mendorong efisiensi birokrasi. Melalui digitalisasi, melanjutkan reformasi birokrasi secara menyeluruh, dan menjaga daya beli aparatur negara.
Dalam RAPBN 2026, belanja pegawai kementerian/lembaga (K/L) direncanakan mencapai Rp 356.998,8 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan kinerja, sejalan dengan capaian reformasi birokrasi masing-masing K/L.
โBelanja Pegawai merupakan instrumen penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola yang semakin efektif dan efisien,โ tulisnya.
Sri Mulyani memastikan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) akan menjadi acuan dalam menentukan formasi maupun gaji ASN tahun depan.
โUntuk kebijakan PNS, formasi nanti koordinasi dengan MenPANRB, tahun ini sudah ada penerimaan, kami tergantung kebutuhan K/L dan Pemda, untuk gaji kita juga akan melihat fiscal space 2026 yang tadi mayoritas diisi program-program prioritas nasional,โ ujar Sri Mulyani.
Ditemui terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan absennya topik kenaikan gaji ASN dalam pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI menjadi pertanda agenda tersebut memang tidak ada dalam rencana pemerintah.
โBerarti yang tidak disampaikan di situ (pidato), ya enggak ada,โ kata Prasetyo, Jumat (15/8).
