Resmi IPO, Saham Burung Walet RLCO Langsung ARA dan Oversubscribed 143 Kali

8 Desember 2025 11:23 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Resmi IPO, Saham Burung Walet RLCO Langsung ARA dan Oversubscribed 143 Kali
Saham produk sarang burung walet (RLCO) langsung naik 34,52 persen ke Rp 226 per lembar saham.
kumparanBISNIS
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/12/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/12/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Emiten produk sarang burung walet, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan mencatat oversubscription hingga 143,19 kali, sementara sahamnya langsung melesat menyentuh auto rejection atas (ARA) pada hari pertama perdagangan, Senin (8/12).
Harga saham IPO dipatok di Rp 168 per saham, dan pada saat pembukaan perdagangan, harga langsung melonjak 34,52 persen menuju level Rp 226 per saham. Dengan total saham beredar mencapai 3,125 miliar, kapitalisasi pasar RLCO saat listing berada di kisaran Rp 525 miliar.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk Edwin Pranata menyebut pencatatan saham ini sebagai langkah bersejarah bagi perusahaan.
“Hari ini merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi perseroan. Dengan penuh rasa syukur, hari ini kami akan resmi mencatatkan saham perseroan di perusahaan efek Indonesia dengan kode saham RLCO,” ujarnya di Kantor BEI, Senin (8/12).
Dari 625 juta saham yang ditawarkan, total pesanan yang masuk mencapai 89,49 miliar lembar saham. Dengan demikian, terdapat kelebihan permintaan lebih dari 88,8 miliar saham. Masa penawaran pada 2-4 Desember 2025 itu diikuti oleh 518.152 investor, salah satu yang terbesar sepanjang tahun ini.
Edwin menegaskan IPO RLCO menorehkan pencapaian yang bahkan dicatat oleh BEI dan penjamin emisi sebagai salah satu rekor permintaan tertinggi.
“Pencatatan ini tadi juga sudah disebutkan menorehkan sejarah tersendiri, sesuai yang dikutip dari Bapak I Gede Nyoman dan juga dari penjamin pelaksana emisi efek. Merupakan salah satu rekor over subscription yang terbesar di sepanjang sejarah perusahaan efek,” katanya.
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/12/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Ekspansi Ekspor: Thailand, Vietnam, dan AS

Selain masuk bursa, RLCO juga membawa rencana ekspansi agresif ke sejumlah pasar internasional. Edwin menegaskan fokus perusahaan ke depan adalah memperluas penetrasi pasar ekspor yang selama ini masih terkonsentrasi di dua negara.
“Ini kan untuk ekspor pasar baru. Kalau saat ini sudah ekspor 80 persen lebih. Tapi kan itu kan cuma dari dua negara. Kita akan menambah negara tadi yang disebut di Thailand, Vietnam, dan di US yang dalam bentuk produk olahraga,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai tambahan kontribusi ekspor seiring masuknya tiga negara tersebut, ia menjelaskan porsinya kemungkinan masih serupa, namun dengan komposisi pasar yang lebih beragam.
“Kemungkinan masih mirip. Angkanya mungkin 80 persen lebih. Cuma kan komposisinya, karena berkembang kan ada negara-negara baru,” terang Edwin.
RLCO juga telah menetapkan jadwal mulai ekspansi secara bertahap. “Nanti akan dimulai dari, sudah dari kuartal 4 ini sudah ada dimulai 1 dan akan disusul dari kuartal 1 tahun depan dan seterusnya. yang sudah dimulai Vietnam. Nanti Thailand akan menyusul tahun depan dan ke Amerika,” ujarnya.
Sepanjang lima bulan pertama tahun 2025, RLCO berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid, dengan penjualan sebesar Rp 231,3 miliar, meningkat 47,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan juga meningkat signifikan sejalan dengan peningkatan volume penjualan ekspor dan perluasan kanal distribusi domestik. Pencapaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat menjelang IPO.
Trending Now