Restrukturisasi, Pertamina Gabung 3 Anak Usaha & Pelita Air Dilepas ke Garuda

12 September 2025 10:04 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Restrukturisasi, Pertamina Gabung 3 Anak Usaha & Pelita Air Dilepas ke Garuda
Pertamina kembali melakukan restrukturisasi. Ada anak usaha yang digabung, ada yang dilepas ke BUMN lain.
kumparanBISNIS
Seorang petugas melakukan pemeriksaan tekanan pipa di Kilang Pertamina Internasional Unit Dumai, Kota Dumai, Riau. Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang petugas melakukan pemeriksaan tekanan pipa di Kilang Pertamina Internasional Unit Dumai, Kota Dumai, Riau. Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
PT Pertamina (Persero) berencana menggabungkan tiga anak usahanya, yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
Proses konsolidasi ini ditargetkan rampung pada akhir 2025 sebagai langkah penyelarasan strategi perusahaan dengan kebijakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut integrasi di sektor hilir migas ini diharapkan dapat memperkuat efisiensi, meningkatkan daya saing, sekaligus menajamkan fokus Pertamina pada bisnis utamanya.
โ€œKita akan melakukan integrasi hilir, yaitu penggabungan operasional antara PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan juga Pertamina International Shipping, yang kita targetkan selesai pada akhir 2025,โ€ ujar Simon dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, dikutip Jumat (12/9).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk memperkuat efisiensi operasional, sekaligus menyesuaikan strategi bisnis perusahaan ditengah menipisnya margin KPI akibat dinamika global.
Simon menyebut Pertamina sebagai perusahaan harus adaptif terhadap perubahan. Jika sebelumnya perusahaan melakukan transformasi dengan pemisahan subholding untuk mempercepat pergerakan bisnis, kini integrasi kembali dilakukan agar lebih selaras dengan kebutuhan perusahaan.
โ€œDulu kan kita satu ini juga ya, antara hulu-hilir, kemudian kita melakukan saat itu subholding, holdingisasi, supaya bergerak lebih hijau. Tetapi sebagai organisasi, sebagai institusi yang tentunya terus berkembang, kita harus menyesuaikan juga perkembangan situasi,โ€ jelas Simon.
Ia juga menyoroti permintaan terhadap produk kilang mengalami penurunan. Sementaraitu, produksi di beberapa fasilitas KPI yang baru terus meningkat sehingga kontribusi KPI terhadap kinerja konsolidasi induk perusahaan semakin tertekan.
โ€œDengan demikian, supaya lebih efektif, memang ada beberapa kajian di kita untuk menggabungkan antara Kilang, PIS, dan PPN,โ€ terang Simon.
Lebih lanjut, Simon menjelaskan bahwa ke depan Pertamina akan semakin fokus pada bisnis inti di sektor minyak dan gas serta energi terbarukan. Sejumlah lini bisnis yang berada di luar fokus utama energi migas dan energi terbarukan akan dipisahkan atau spin off dan diarahkan dikelola di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Danantara.

Mau Lepas Pelita Air

Maskapai Pelita Air. Foto: Dok. Istimewa
Langkah ini sebagai transformasi bisnis untuk memperkuat fokus perusahaan sebagai entitas energi nasional. Salah satunya adalah rencana penggabungan maskapai Pelita Air dengan Garuda Indonesia. Upaya ini dinilai akan memperkuat sinergi di sektor penerbangan sekaligus memastikan pengelolaan bisnis lebih efisien.
โ€œUntuk airline kami, kita sedang penjajakan awal untuk penggabungan dengan Garuda Indonesia. Begitu juga untuk sektor asuransi, pelayanan kesehatan, hospitality, dan Patra Jasa tentunya akan mengikuti roadmap yang sudah dipersiapkan oleh Danantara,โ€ tambah Simon.
Selain itu, Pertamina juga akan membentuk Direktorat Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis untuk memastikan Pertamina mampu beradaptasi dengan dinamika industri energi global maupun nasional.
โ€œDirektorat ini dirancang agar perusahaan lebih lincah dalam merespons perubahan, sekaligus menanamkan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap lini bisnis,โ€ ungkapnya.
Menurutnya, strategi keberlanjutan ini sejalan dengan agenda transisi energi pemerintah dan target net zero emission 2060 atau lebih cepat. Tidak hanya itu, keberadaan direktorat baru juga diharapkan dapat memperkuat hubungan sinergis antara Pertamina dengan pemerintah melalui advokasi dan penyusunan kebijakan strategis.

Reporter: Nur Pangesti

Trending Now