RI Bakal Bangun Tujuh Pabrik Pupuk Baru, Anggaran Rp 50 T

22 Oktober 2025 10:29 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 17 November 2025 17:48 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RI Bakal Bangun Tujuh Pabrik Pupuk Baru, Anggaran Rp 50 T
Mentan mengatakan, akan ada tujuh pabrik pupuk baru yang ditargetkan rampung pada 2029, dengan anggarahn Rp 50 triliun.
kumparanBISNIS
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (9/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (9/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Indonesia akan membangun tujuh pabrik pupuk baru dalam 5-10 tahun ke depan. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menuturkan anggaran untuk pembangunan tersebut mencapai Rp 50 triliun.
Dari tujuh pabrik tersebut, Amran juga menarget beberapa pabrik pupuk tersebut dapat dirampungkan sebelum tahun 2029.
β€œKita akan bangun tujuh (pabrik), lima akan selesai sampai 2029. Anggarannya kurang lebih Rp 50 triliun,” ujar Amran usai Konferensi Pers Satu Tahun Kinerja Pembangunan Pertanian di Kementan, Jakarta, Rabu (22/10).
Sebelumnya, Amran juga mendapatkan instruksi khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan revitalisasi terhadap pabrik-pabrik pupuk milik negara. Untuk itu, ia akan memprioritaskan pabrik tua.
β€œMulai (pabrik) yang paling tua dan itu teknisnya tanya sama Dirut (PT Pupuk Indonesia),” ujarnya.
Meski demikian, Amran menjelaskan pembangunan pabrik pupuk baru akan lebih berdampak pada efisiensi. Hal ini karena penggunaan bahan baku gas bisa dihemat hampir separuhnya.
β€œKalau pabrik tua menggunakan bahan baku gas itu 43 persen, pabrik baru itu bisa 22 persen, 23 persen. Ini hampir separuh. Kita bisa mendirikan pabrik baru karena efisiensi efektif tadi,” kata Amran.
Terkait revitalisasi pabrik pupuk milik negara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, instruksi tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas yang digelar di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
Menurut dia, Presiden menekankan pentingnya perbaikan sistem produksi dan distribusi pupuk nasional agar mampu menjawab kebutuhan petani dengan cepat dan tepat.
β€œMenteri Pertanian diminta mencari skema dan terobosan agar ketersediaan pupuk aman, dan apabila memungkinkan melakukan revitalisasi pabrik-pabrik pupuk yang kita miliki. Tujuannya agar jauh lebih efisien dan bisa menurunkan harga pupuk, harapannya meringankan para petani kita,” kata Prasetyo dalam keterangannya usai rapat di Istana Negara, Jumat (17/10).
Amran mengaku akan menindaklanjuti instruksi Presiden tersebut. Menurut dia, revitalisasi pabrik pupuk penting untuk memperkuat sistem ketahanan pangan nasional berbasis pada kemandirian produksi.
Amran menjelaskan, sebagai langkah awal, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 1,2 juta ton, sekitar 259 persen dari ketentuan minimum stok yang dipersyaratkan pemerintah. Upaya penyediaan pupuk ini dilakukan untuk menghadapi musim tanam pada Oktober 2025 hingga Maret 2026.
Selain itu, terdapat 480 ribu ton pupuk non-subsidi yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan petani di luar alokasi subsidi.
Trending Now