RI Berpotensi Kedatangan Investor Hulu Migas Baru dari Inggris hingga Vietnam
3 Desember 2025 19:30 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
RI Berpotensi Kedatangan Investor Hulu Migas Baru dari Inggris hingga Vietnam
SKK Migas mengabarkan kalau Inggris hingga Vietnam tertarik investasi di hulu migas RI.kumparanBISNIS

Kementerian ESDM dan SKK Migas telah meluncurkan program eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) pada 25 November 2025, di mana terdapat 75 blok migas potensial yang ditawarkan sepanjang 2025 hingga 2027.
"Dari acara grand launching kemarin, ditindaklanjuti ada tim yang roadshow ke London, ada 30 investor hadir, termasuk perusahaan-perusahaan besar seperti BP, Shell, Equinor, kemudian Enquest, sekarang ada joint study di daerah Papua, Guyana," ujar Nanang saat Rakor Dukungan Bisnis SKK Migas, Rabu (13/12).
Nanang menjelaskan dari kegiatan promosi atau roadshow tersebut, terdapat perusahaan asal Inggris, Upland Resources Limited, yang berminat mengajukan 3 blok migas, dari total 10 blok migas yang sudah dikaji.
"Bahkan ada yang new comer, namanya Upland. Upland ini UK base ya, dan dia sudah request 3 blok dari yang 10 kemarin kita studi," ungkap Nanang.
Selain itu, Nanang menyebutkan perusahaan migas milik negara asal Taiwan, CPC Corporation, juga tertarik berdiskusi dengan pemerintah terkait potensi hulu migas di Indonesia.
"Kemudian dari Taiwan, ada yang namanya CPC. Mereka juga tertarik, bahkan minta langsung komunikasi dengan tim kami ya, untuk mendapatkan advisi," kata Nanang.
Nanang menambahkan, selain potensi investor asing yang baru, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang sudah ada di industri hulu migas Indonesia juga berminat untuk menambah portofolionya, seperti ENI, bp, bahkan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
"Beberapa existing seperti ENI dengan bp berkolaborasi, tertarik untuk satu area. Kemudian Pertamina Hulu Energi juga tertarik. Jadi, dari yang 10 yang kita studi untuk akhir tahun ini benar-benar habis. Tinggal kita menyiapkan untuk tahun berikutnya yang sekitar 60," tuturnya.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto juga menyebutkan terdapat perusahaan migas asal Vietnam yang tertarik berinvestasi di Indonesia. Namun, dia tidak menyebutkan apa perusahaannya.
"Jadi tambahan sedikit selain perusahaan-perusahaan dari berbagai negara yang sebutkan Pak Nanang, ada juga dari Vietnam juga tertarik," ungkap Djoko.
Sebelumnya, Nanang menyebutkan, dari 20 blok yang direncanakan akan dilelang pada 2025, sebanyak 12 blok telah ditawarkan melalui putaran lelang pertama dan kedua, di mana terdapat 1 blok migas yakni Blok Perkasa sudah ditandatangani hari ini.
Sementara 8 blok migas sisanya direncanakan akan ditawarkan pada putaran lelang ketiga pada akhir tahun ini, dengan persetujuan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Kemudian pada 2026 dan 2027 rencananya terdapat 46 blok migas yang ditawarkan, baik itu melalui penawaran langsung maupun lelang reguler. Sementara terdapat 26 blok migas potensial yang masih dalam proses joint study.
