RI Mau Ekspor Beras ke Malaysia & Palestina, Salah Satu Lumbungnya dari Kalbar

16 Mei 2025 7:02 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RI Mau Ekspor Beras ke Malaysia & Palestina, Salah Satu Lumbungnya dari Kalbar
Hasil panen dalam negeri diklaim melimpah, Indonesia siap jadi negara pengekspor beras.
kumparanBISNIS
Ilustrasi ngangkut beras. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ngangkut beras. Foto: kumparan
Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog, Sudaryono, menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengekspor beras ke beberapa negara salah satunya Malaysia sebanyak 2.000 ton.
Dia mengeklaim, hasil panen dalam negeri yang melimpah membuat Indonesia siap jadi negara pengekspor beras.
Sudaryono membeberkan, cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 3,7 juta ton hingga saat ini. Penyerapan beras dari Januari 2025 hingga pertengahan Mei ini sudah mencapai 2,1 juta ton.
β€œPak Menteri (Amran) juga sudah ketemu dengan Menteri Pertanian Malaysia. Nah itu kita intinya, kita punya standar begini, harga segini, oke? Oke jalan, enggak ada masalah,” ujar Sudaryono dalam kunjungannya ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Karawang, Kamis (15/4).
Peluang ekspor beras dilihat pemerintah setelah krisis komoditas pangan utama ini terjadi di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir.
Dia memastikan proses ekspor beras ke Malaysia 2.000 ton per bulan, saat ini tengah diatur dan masih menunggu perintah Presiden Prabowo Subianto. Meskipun kesepakatan ini masih perlu dibahas lebih lanjut hingga mencapai tahap teknis.
β€œIni ada satu skema yang lagi dibahas adalah bagaimana negara Indonesia dengan surplus beras ini, negara kita juga bisa hadir untuk misi-misi kemanusiaan di Afrika, di Palestina, dan seterusnya,” tambah Sudaryono.
Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perum BULOG Sudaryono di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Karawang, Kamis (15/4/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Kalimantan Barat Lumbung Padi Nasional

Salah satu wilayah yang bisa menopang produksi padi nasional adalah Kalimantan Barat (Kalbar). Bahkan Provinsi setempat telah menyatakan kesiapan mengekspor sebanyak 1.000 ton beras premium ke Sarawak, Malaysia.
Mengutip Antara, Gubernur Kalbar Ria Norsan menyebut ekspor ini merupakan bukti produksi padi di Kalbar lebih tinggi daripada konsumsi.
β€œKalbar berhasil mencatatkan surplus sekitar 1.400 ton beras premium dan kami siap mengekspor 1.000 ton ke Malaysia pada Juli atau Agustus 2025," kata Ria dikutip dari Antara, Jumat (16/5).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, provinsi ini memproduksi sebanyak mencapai 789.291 ton gabah kering giling (GKG) pada 2024, meningkat dari 700.291 ton pada 2023. Sementara itu, produksi beras pada tahun yang sama mencapai 452.440 ton.
Kemudian produksi padi tercatat sebanyak 221.153 ton GKG pada Januari-Februari 2025 atau setara dengan 132.000 hingga 144.000 ton beras. Targetnya, Kalbar bisa memproduksi padi hingga 1 juta ton tahun ini agar bisa mengejar produksi beras hingga 500.000 ton per tahun.
"Ini membuktikan Kalbar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi dalam kerja sama pangan lintas negara," kata Ria Norsan.
Trending Now