Roatex Siap Jalankan Sistem Tol Nirsentuh MLFF untuk Kurangi Kemacetan & Emisi

21 Oktober 2025 11:55 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Roatex Siap Jalankan Sistem Tol Nirsentuh MLFF untuk Kurangi Kemacetan & Emisi
Roatex siap mengimplementasikan sistem jalan tol tanpa henti atau MLFF dengan investasi senilai Rp 4,98 triliun.
kumparanBISNIS
Foto udara kendaraan antre memasuki di Pintu Tol Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (8/7/2024). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara kendaraan antre memasuki di Pintu Tol Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (8/7/2024). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) menuturkan kesiapan penuh untuk mengimplementasikan sistem jalan tol nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) di Indonesia. Proyek dengan investasi USD 300 juta setara dengan Rp 4,98 triliun (dengan kurs Rp 16.598 per dolar AS) dari Pemerintah Hungaria ini telah terealisasi lebih dari separuh.
Direktur Utama PT RITS Attila Keszeg mengatakan PT RITS terus melakukan penguatan sistem secara menyeluruh, mencakup kesiapan perangkat teknologi, penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas personel hingga perluasan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
β€œPT RITS sudah siap mengimplementasikan teknologi MLFF secara penuh, dengan dukungan lengkap dari vendor untuk sistem pembayaran, aplikasi Cantas, perangkat On Board Unit (OBU), layanan Customer Service 24 Jam, serta perangkat dan infrastruktur lainnya dengan teknologi terbarui,” tutur Attila dalam keterangannya, Selasa (21/10).
Lebih lanjut Attila menjelaskan PT RITS juga membentuk Tim Respons Insiden Keamanan Komputer atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sesuai yang ditetapkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Tujuannya untuk meningkatkan keamanan.
β€œKami juga siap mengadopsi perubahan teknologi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” imbuhnya.
Keberhasilan implementasi kini bergantung pada kesiapan pemerintah dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Korlantas sebagai penegak hukum yang memerlukan dasar regulasi.
Direktur PT RITS Renaldi Utomo menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan operator jalan tol agar implementasi MLFF dapat dipercepat.
Cantas, aplikasi untuk bayar tol tanpa berhenti atau MLFF (Multi Line Free Flow). Foto: Wendiyanto/kumparan
Proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) non-APBN, pada Mei 2024, berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 6 Tahun 2024 dan kembali dikukuhkan pada 2025 di era pemerintahan Presiden Prabowo.
β€œSaat ini, kami memahami bahwa Kementerian Pekerjaan Umum masih melakukan kajian terkait berbagai aspek teknis dan regulasi sistem MLFF. Untuk itu, kami sangat menantikan kelanjutan dari pihak terkait guna mewujudkan percepatan implementasi yang telah direncanakan bersama,” ujarnya.
Direktur Keamanan Siber dan Sandi untuk Sektor TIK, Media, dan Transportasi BSSN Nur Achmadi Salmawan mengatakan implementasi teknologi MLFF dengan dukungan GNSS ini merupakan langkah penting dalam modernisasi sistem tol nasional.
β€œOleh karena itu, kami siap mendukung penguatan keamanan digital untuk implementasi program ini,” ujarnya.
Studi PT RITS pada 2020 mencatat kemacetan di jalan tol menimbulkan kerugian ekonomi lebih dari USD 300 juta per tahun. Sementara data Bank Dunia pada 2019 memperkirakan total kerugian Indonesia akibat kemacetan mencapai USD 4 miliar per tahun.
Sistem MLFF berbasis GNSS diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi lalu lintas, mengurangi emisi, dan menambah pendapatan negara. Penerapan teknologi serupa di Hungaria selama 11 tahun terbukti meningkatkan pendapatan negara hingga 392 persen.
Dengan keberhasilan tersebut, MLFF diproyeksikan menjadi lompatan strategis bagi Indonesia menuju sistem tol modern berbasis digital. Pengguna nantinya dapat memilih metode pembayaran nirsentuh non-tunai melalui aplikasi CANTAS, perangkat On-Board Unit (OBU), atau route ticket.
Trending Now