Rosan Ajak Purbaya Negosiasi Utang Whoosh ke China Bulan Depan

26 November 2025 12:28 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rosan Ajak Purbaya Negosiasi Utang Whoosh ke China Bulan Depan
Danantara bakal mengajak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terbang ke China, untuk membahas utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
kumparanBISNIS
Ilustrasi Whoosh. Foto: KCIC
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Whoosh. Foto: KCIC
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana mengajak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terbang ke China, untuk membahas utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan rencana keberangkatan itu masih digodok bersama. Saat ini, Danantara juga tengah memfinalisasi proposal yang akan dibawa dalam pembahasan utang KCJB di China.
"Kita komunikasi terus dengan beliau, dengan Pak Purbaya. Kita duduk dan kita sedang ini juga, untuk memastikan bahwa nanti kita ke Chinanya, kita sudah matang proposal ke China," ujar Rosan di ICE BSD, Rabu (26/11).
Meski begitu, Rosan belum bisa memastikan tanggal keberangkatan. Ia menyebut tim pendahulu telah dikirim untuk menyiapkan agenda dan membuka komunikasi awal dengan pihak China. Nantinya, pertemuan inti akan dihadiri langsung oleh dirinya bersama Purbaya.
"Kita tentunya akan kirim tim advance dulu untuk bicara dengan tim dari China, itu sudah berjalan, tapi nanti gongnya mungkin saya dengan Pak Purbaya," jelas Rosan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani berjalan usai mengikuti rapat terbatas Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Ketika ditanya soal kemungkinan dilakukan pada akhir tahun, Rosan memberi sinyal positif. "Insyaallah (Desember 2025)," tambahnya.
Presiden Prabowo pasang badan terkait utang Whoosh. Ia mengaku sudah menghitung dengan cermat operasional transportasi ini dan akan bertanggung jawab terhadap pelunasan utangnya.
Prabowo menyebut PT KAI memang harus membayar Rp 1,2 triliun per tahun ke China. Tapi tak masalah sebab keberadaan Whoosh jauh lebih penting karena bisa mengurangi kemacetan dan polusi.
β€œEnggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11).
Trending Now