Rosan Bertemu Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Bahas Peluang Investasi Baru
19 November 2025 21:13 WIB
·
waktu baca 2 menit
Rosan Bertemu Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Bahas Peluang Investasi Baru
Investasi UEA di Indonesia kian meluas, dari energi terbarukan, hilirisasi alumina, pengelolaan sampah hingga pembangunan data center dan infrastruktur.kumparanBISNIS

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi Rosan Roeslani bertemu dengan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Mohamed Al Mazrouei, untuk membahas sederet peluang investasi baru lintas sektor.
Pertemuan yang berlangsung bersama delegasi besar dari Abu Dhabi itu mengulas potensi ekspansi energi terbarukan, hilirisasi industri, pengelolaan sampah, hingga rencana investasi pusat data dan infrastruktur.
Rosan menjelaskan bahwa UEA telah menanamkan modal di Indonesia melalui PLTS Cirata dan proyek geothermal bersama Pertamina. Namun kedua pihak melihat ruang investasi yang jauh lebih besar.
“Walaupun pihak Abu Dhabi sudah berinvestasi di energi terbarukan, tetapi potensinya masih sangat besar. Jadi, kami setuju untuk berinvestasi lebih banyak,” ujar Rosan usai acara Emirati-Indonesian Economic Strategic Dialogue (EIESD) di Hotel Langham, Jakarta, Rabu (19/11).
Salah satu sektor yang mendapat sorotan adalah hilirisasi alumina di Kalimantan Barat, yang disebut Rosan sebagai proyek yang sudah siap dijalankan.
Selain itu, Danantara juga menawarkan peluang kolaborasi di pengelolaan sampah seiring peluncuran tahap pertama proyek tersebut.
Meningkatnya kebutuhan komputasi akibat perkembangan AI membuat Indonesia membutuhkan lebih banyak pusat data. Delegasi UEA, menurut Rosan, tertarik masuk ke sektor ini.
“Potensi Indonesia untuk data center sangat besar melihat perkembangan AI ke depan. Kebutuhannya tinggi dan mereka memberi gambaran bagaimana kita bisa berinvestasi bersama,” katanya.
UEA juga menunjukkan minat pada infrastruktur lain mulai dari jalan tol, pelabuhan, hingga proyek internasional yang dapat dijalankan bersama Danantara.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi di energi terbarukan sejalan dengan target Indonesia mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.
Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohamed Al Mazrou menyambut positif hasil diskusi. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dan UEA siap memperkuat kemitraan ekonomi.
“Infrastruktur Indonesia membutuhkan banyak investasi, dan UEA akan sangat senang berkontribusi dan menjadi mitra bagi saudara-saudara kami di Indonesia,” ucapnya.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki sumber daya manusia muda yang kuat, dan dukungan teknologi serta energi akan mendorong inovasi masa depan.
Ketika ditanya soal kemungkinan kemitraan antara sovereign wealth fund UEA dan Danantara, Suhail menyatakan peluang tersebut terbuka lebar.
“Ya, negara kami sudah berinvestasi di Indonesia dan ya, kami sedang mencari peluang,” katanya.
