Rosan soal Opsi Merger Garuda Indonesia-Pelita Air: Supaya Lebih Efisien
16 September 2025 12:53 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Rosan soal Opsi Merger Garuda Indonesia-Pelita Air: Supaya Lebih Efisien
CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkap saat ini progres merger dari Garuda Indonesia dengan Pelita Air masih dikaji.kumparanBISNIS

CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkap saat ini progres merger dari Garuda Indonesia dengan Pelita Air masih dikaji.
Langkah tersebut juga dilakukan sebagai upaya memperkuat iklim bisnis di sektor penerbangan sekaligus memastikan pengelolaan bisnis lebih efisien.
βYa intinya kan untuk supaya lebih efisien, lebih meningkatkan produktivitas, dan juga mengoptimalkan aset-aset yang ada, baik dari segi jam terbangnya dan pesawat, dan lain-lain. Lagi dievaluasi semua,β kata Rosan ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa (16/9).
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga turut berkomentar mengenai rencana itu. Menurutnya, jika nantinya hal tersebut menjadi hasil dari kajian Danantara, maka ia akan mendukung penggabungan tersebut.
βDan kita prinsipnya mendukung apa yang akan dilakukan Danantara, tapi prosesnya ujungnya di kami. Tapi yang penting proses daripada kajian, benchmarking semuanya kan bukan di kami lagi,β kata Erick ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Senin (15/9).
Meski proses kajian tak lagi dilakukan oleh Kementerian BUMN, Erick menuturkan pada ujungnya, persetujuan mengenai penggabungan dua maskapai tersebut ada di Kementerian BUMN.
βKami dari Kementerian BUMN ikutin, nanti policy yang akan dilakukan Danantara. Kalau kami kan cuma approval ujungnya saja,β ujarnya.
Selain Pelita Air, PT Pertamina (Persero) juga berencana menggabungkan tiga anak usahanya, yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
