Samator Indo Gas (AGII) Alokasikan Capex Rp 350 Miliar pada 2026
10 Desember 2025 18:27 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Samator Indo Gas (AGII) Alokasikan Capex Rp 350 Miliar pada 2026
Samator akan memaksimalkan capex tahun depan untuk investasi terkait fasilitas pemasaran hingga pemeliharaan aset.kumparanBISNIS

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) menargetkan belanja modal atau Capital Expenditure (capex) senilai Rp 350 miliar pada 2026. Wakil Direktur Utama Samator Indo Gas, Sigit Purwanto, menjelaskan capex untuk tahun depan akan difokuskan pada investasi terkait fasilitas pemasaran hingga pemeliharaan aset yang sudah beroperasi.
โJadi capex perseroan di tahun 2026 ini diproyeksikan sekitar Rp 350 miliar,โ ujar Sigit dalam Public Expo Samator 2025 secara virtual, Rabu (10/12).
Pendanaan capex 2026 akan berasal dari kas internal dan fasilitas syndicated loan yang sudah dimiliki perusahaan. Sigit menegaskan pihaknya belum berencana mengambil utang baru atau menerbitkan surat utang.
โCapex tersebut kami berencana untuk mengalokasikannya untuk investment regular terkait fasilitas pemasaran seperti tanki, isotank, penambahan fasilitas filling station di lokasi existing serta maintenance rutin,โ jelas Sigit.
Dari sisi kinerja, hingga kuartal III 2025 Samator membukukan pendapatan Rp 2,21 triliun atau tumbuh 4,0 persen secara yoy, dengan laba kotor Rp 1,02 triliun atau naik 6,4 persen yoy.
Laba bersih turun 25,6 persen yoy menjadi Rp 63,9 miliar. EBITDA tercatat Rp 640,8 miliar, tumbuh 3,1 persen yoy, sementara total aset naik menjadi Rp 8,19 triliun, liabilitas Rp 4,37 triliun, dan ekuitas Rp 3,82 triliun.
Dari sisi operasional, hingga Desember 2025 Samator memiliki jaringan distribusi terluas di industri dengan 60 pabrik dan 103 filling station yang tersebar di 29 provinsi.
Produk perusahaan terbagi menjadi gas berbasis pemisahan udara (air gas) seperti oksigen, nitrogen, dan karbon, serta non-air gas seperti hidrogen, COโ, dan specialty gas untuk kebutuhan industri spesifik. Samator juga memasok gas untuk sektor F&B, medis, hingga semikonduktor yang memerlukan gas berkemurnian tinggi.
Untuk 2026, perseroan memprioritaskan ekspansi pasar retail gas kemasan melalui penambahan variasi produk dan akuisisi pelanggan baru.
Samator juga berupaya meningkatkan stabilitas operasi dan utilisasi pabrik, memperkuat efisiensi biaya dengan menghilangkan pengeluaran non-value added, serta mendorong penjualan mixed gas dan specialty gas.
โLalu berikutnya adalah melakukan streamlining proses kunci di kegiatan operasional melalui sentralisasi dan otomatisasi penggunaan teknologi seperti auto-invoicing tracking cylinder route optimization dan lain sebagainya yang sedang kami jalankan saat ini,โ ujar Sigit.
Di sisi pasar, Sigit mengutip analisis Business Research Insights yang memperkirakan pertumbuhan industri gas global berada di kisaran 6-7 persen per tahun hingga 2033, seiring ekspansi manufaktur dan industrialisasi di Asia Pasifik.
Permintaan diproyeksikan meningkat dari sektor photovoltaic, baterai, electric vehicle, oil and gas, oleochemical, hingga food and beverage, di luar penggunaan oksigen yang selama ini dominan di sektor medis.
Dalam kesempatan yang sama, Wadirut Samator Imelda Harsono membeberkan mengenai pembangunan dua pabrik Samator di Batam, yaitu pabrik hidrogen rendah karbon dan pabrik nitrogen.
โPembangunan dua pabrik baru yang di Batam itu merupakan langkah strategis dari perusahaan kami untuk meningkatkan kemampuan produksi, memperkuat rantai pasok, serta mendukung pertumbuhan industri nasional,โ tutur Imelda.
Komposisi pemegang saham Samator per 30 November 2025 adalah PT Samator sebanyak 1,087 miliar lembar atau 35,24 persen. Disusul PT Aneka Mega Energy yang menguasai 459,9 juta lembar (15 persen).
Lalu, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dengan 306,6 juta lembar atau 10 persen. Matrix Company Limited memegang 986,9 juta lembar saham atau 32,18 persen, sementara publik menggenggam 232,3 juta lembar saham atau 7,50 persen dari total saham beredar.
