Sasar Gen Z, Pemerintah Siapkan KUR Rp 10 Triliun untuk Sektor Gig Economy

18 Desember 2025 12:03 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sasar Gen Z, Pemerintah Siapkan KUR Rp 10 Triliun untuk Sektor Gig Economy
Program pelatihan Gig Economy didorong di 15 daerah. Jakarta jadi kota pertama.
kumparanBISNIS
Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli usai acara Program Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z di Jakarta Creative Hub, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (18/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli usai acara Program Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z di Jakarta Creative Hub, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (18/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Pemerintah meluncurkan program pelatihan untuk sektor Gig Economyyang menyasar generasi Z atau Gen Z. Program ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi 17-8-45 untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dan mendorong lahirnya pelaku usaha produktif berbasis digital.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan program tersebut nantinya juga dapat didukung dengan pendanaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khususnya untuk hasil pelatihan yang menghasilkan suatu hal yang produktif. Jumlahnya mencapai Rp 10 triliun.
β€œPemerintah sudah menyiapkan kalau mereka bisa menghasilkan sesuatu yang seperti produktif, (pemerintah) menyiapkan kredit usaha rakyat sampai dengan Rp 10 triliun. Nah dari Rp 10 triliun itu tentunya kita berharap ini bisa direalisasikan di tahun depan,” kata Airlangga usai meluncurkan program Gig Economy di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat pada Kamis (18/12).
Gig Economy merupakan pola kerja berbasis proyek atau tugas jangka pendek yang memanfaatkan platform digital, di mana pelaku tidak terikat pada hubungan kerja tetap. Model kerja ini mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif, layanan berbasis aplikasi, hingga pengembangan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT), yang kini banyak diminati generasi muda.
Nantinya, masing-masing project Gig Economy bisa mendapat plafon pinjaman KUR hingga Rp 500 juta. Plafon masih dapat bertambah tergantung kebutuhan,
"Nanti kalau ada use case, ada case lebih dari Rp 500 juta, kita beri juga kita buka,” ujar Airlangga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat Peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z di Jakarta Creative Hub, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Selain pelatihan Gig Economy untuk Gen Z, program yang juga diluncurkan adalah AI Open Innovation Challenge atau Hackathon. Hal ini karena Airlangga melihat potensi Gig Economy yang besar khususnya untuk sektor AI.
β€œPada saat ini Indonesia khusus untuk AI itu tumbuh 127 persen dan 91 juta telah mengalir ke sektor AI di semester I (2025), dan dari hasil research daripada Google, Indonesia adalah negara dengan tingkat adopsi tertinggi di ASEAN. Kemudian di seluruh Asia kita nomor 4, dan nilai pasar AI di Indonesia akan mencapai USD 70,6 miliar,” ujarnya.
Program ini akan didorong di 15 daerah. Jakarta menjadi lokasi pilot project dari program pelatihan Gig Economy untuk program tersebut di mana saat ini Pemprov Jakarta sudah menyiapkan Jakarta Creative Hub sebagai lokasinya.
β€œDKI menyiapkan gedung ini khusus untuk pengembangan digital, dan tadi baru dibuka 1 lantai, punya potensi 6 lantai atau 7 ribu meter. Sehingga tentu ekosistem AI ini menjadi ekosistem yang penting,” kata Airlangga.

Dorong Swasta Ikut Kembangkan Ekosistem IoT

Dalam kesempatan sama, Airlangga juga mendorong sektor swasta untuk turut terlibat dalam pengembangan ekosistem digital untuk IoT. Salah satu yang didorong adalah PT Jababeka Tbk. Airlangga berharap Jababeka bisa mengembangkan ekosistem IoT pada berbagai kawasan industri milik mereka.
β€œDi Cilegon itu klasternya industri. Kemudian di Semarang, kalau di Semarang back to back sama Kendal, kemudian di Maluku. Jadi itu untuk anak muda, bapak (Jababeka) yang siapin, cari mentornya, cari industrinya,” ujarnya.
Trending Now