Segini Biaya Senior Living-Daycare Lansia Swasta: Ada yang Puluhan Juta Rupiah

19 Oktober 2025 12:00 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Segini Biaya Senior Living-Daycare Lansia Swasta: Ada yang Puluhan Juta Rupiah
kumparan merangkum biaya yang harus digelontorkan untuk tinggal di senior living dan daycare lansia swasta melalui penelusuran di situs resmi dan media sosial perusahaan.
kumparanBISNIS
Suasana di RUKUN Senior Living Sentul, Kab. Bogor. Foto: Aurelia Lucretie/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di RUKUN Senior Living Sentul, Kab. Bogor. Foto: Aurelia Lucretie/kumparan
Indonesia diprediksi bakal kebanjiran warga usia tua di tahun 2045. Data BPS dalam ‘Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024’ menyebutkan, jumlah lansia di Indonesia diproyeksikan sebanyak 65,82 juta orang atau mencapai 20,31 persen dari total penduduk pada 2045.
Hal tersebut dibarengi dengan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia menjadi 72,39 tahun pada 2024. Angka tersebut meningkat dari 2025 yang hanya 70,78 tahun.
Kepala Lembaga Demografi FEB UI, I Dewa Gede Karma Wisana memprediksi bakal ada pergeseran pola konsumsi masyarakat Indonesia menuju silver economy.
Kepala Lembaga Demografi FEB UI, I Dewa Gede Karma Wisana. Foto: Dok. feb.ui.ac.id
“Pada tahun 2045, secara relatif tenaga kerja akan menyusut, beban pensiun dan kesehatan meningkat, dan pola konsumsi akan bergeser ke layanan kesehatan, perawatan, dan produk-produk ramah lansia,” terangnya saat dihubungi kumparan, Kamis (11/9).
“Tanpa antisipasi dan reformasi yang memadai, laju pertumbuhan ekonomi bisa melambat. Tapi dengan strategi yang tepat, justru akan tumbuh yang kita sebut sebagai silver economy,” tambahnya.
Suasana Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1, Rabu (24/9/2025). Foto: Aurelia Lucretie/kumparan
Dia turut mengingatkan, diperlukan sistem perawatan jangka panjang (long-term care-LTC) untuk lansia.
“Fasilitas senior living dan panti perlu ditambah sebagai bagian dari apa yang disebut sebagai "continuum of care". Selain sistem pelayanannya sendiri, tentu juga perlu dibangun skema pembiayaan yang berkelanjutan, misalnya asuransi atau pooling dan kontribusi publik,” ujarnya.
Sayangnya, menurutnya, biaya operasional panti jompo masih belum terjangkau mayoritas keluarga. Maka, ia menyarankan, pemerintah perlu mulai memikirkan skema pembiayaan atau subsidi bertarget dan membangun kemitraan untuk memperluas opsi home dan community care yang lebih terjangkau.

Biaya Tinggal di Panti dan Daycare Lansia Premium

Biaya layanan lansia swasta bisa jadi tidak bisa dijangkau semua orang. Namun nyatanya pasar dan permintaan akan layanan-layanan ini tetap eksis. Layanan hunian lansia atau senior living serta tempat penitipan atau daycare lansia mulai tumbuh.
Para member lansia melakukan kegiatan di Senior Club Indonesia PIK. Foto: Aurelia Lucretie/kumparan
Kami telah meminta keterangan mengenai daftar anggota ASLI beserta layanannya, namun yang tersedia hanya nama-nama merek usaha di website resmi ASLI.
kumparan merangkum biaya yang harus digelontorkan untuk tinggal di senior living dan daycare lansia swasta melalui penelusuran di situs resmi dan media sosial perusahaan.
Sebelumnya, kumparan melakukan penarikan data menggunakan API Google Maps untuk mencari semua layanan lansia tinggal lansia yang ada di kawasan Jabodetabek.
Hasilnya ada 78 panti jompo milik yayasan, 9 panti jompo milik pemerintah, 8 rumah perawatan lansia, 6 daycare lansia, dan 5 panti jompo lansia atau senior living.
Layanan lansia swasta mulai muncul, geliatnya mulai terlihat sejak satu dekade terakhir. Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) yang menaungi para pengusaha layanan lansia komersil pun sudah berdiri selama 13 tahun.
Kemunculan dan bertahannya bisnis layanan lansia komersil menunjukan bahwa bisnis ini memiliki pangsa pasarnya tersediri.
Ketua ASLI sekaligus Founder RUKUN Senior Living, Herman Kwik menjelaskan umumnya layanan lansia swasta menargetkan lansia atau keluarga dari pasar menengah ke atas.
“Jadi memang kebetulan yang ada sekarang menengah ke atas targetnya karena memang berbiaya dan karena ada ongkos operasi yang lebih tinggi dibandingkan yang layanan sosial,” terangnya kepada kumparan, Senin (1/9).
Harga yang dipatok untuk mengakses layanan lansia swasta memang besar. Hal ini tidak terlepas dari fasilitas-fasiltas yang ditawarkan. Misalnya senior living menyediakan fasilitas setara hotel, termasuk layanan kesehatan, pendampingan siaga 24 jam, makan dan minum, snack, hiburan, berbagai macam kegiatan, hingga layanan kebersihan dan laundry.
Sedangkan di senior club atau daycare umumnya menawarkan layanan cek kesehatan, makan dan snack, kegiatan hobi dan motorik, hiburan, hingga layanan antar-jemput.
Herman memprediksikan sektor ini berkembang di beberapa tahun ke depan.
“Sejak itu perkembangannya relatif terlihat. Meskipun tidak cepat, pelan-pelan. Tetapi perkembangan industrinya ada dan peminat untuk masuk juga banyak yang sudah mulai mengambil langkah persiapan,” ujarnya.
Founder 247 Wulan Health and Care, Evi Christine Tambunan. Foto: Aurelia Lucretie/kumparan
Sementara itu, Evi Christine Tambunan, Founder 247 Wulan Health & Care sekaligus pengurus pusat ASLI mengibaratkan bisnis di sektor ini sebagai bisnis ‘Blue Ocean’. Bisnis layanan lansia sebenarnya punya banyak peminat, tapi pemain yang melirik bisnis ini masih sedikit.
"Bisnis ini masih blue ocean ya. Pelautnya masih sedikit, di tengah laut masih harus berjuang, tapi ikannya gendut-gendut," ujar Evi saat ditemui kumparan, Kamis (25/9).
Menurutnya, baik pemerintah maupun pihak swasta harus proaktif dalam upaya pengembangan sektor ini, perlu perhatian semua pihak.
“Nah kalau memang pemerintah tidak menyiapkan, private sector tidak menyiapkan, yang terjadi adalah banyak lansia yang akan terlantar, pembiaran, neglecting, karena memang mereka tidak tidak dirawat sebagaimana yang sepatutnya,” tambahnya.
Sedangkan Lenny Widjaja, Pembina Senior Club Indonesia bilang, menjalankan bisnis sektor lansia juga perlu pintar-pintar memutar otak dan memaksimalkan kreativitas.
Dia mencontohkan, kamar-kamar di Senior Club Indonesia disewakan baik di hari biasa maupun sabtu minggu. Selain itu ada juga layanan catering dan acara atau banquet service.
Kamar di Senior Club Indonesia, PIK. Foto: Aurelia Lucretie/kumparan
“Tapi kalau memang mau dapat lebih supaya bisa lebih untuk maintenance lah palingan, Nah, bisa jualan, macam-macam, jualan catering, jualan fasilitas misalkan,” terang Lenny saat ditemui kumparan, Jumat (26/9).
“Banyak yang, ada lah yang saya kenal gitu, yang saya ngelihat mereka mau buka, tetapi banyak penundaan. Oh, karena mungkin enggak gampang buka seperti ini, kamu punya, melayani orang tua seperti ini tuh harus banyak kesabaran, harus banyak ya, bekerja dengan hatilah,” imbuhnya.
Trending Now