Sektor Pertanian Serap 27 Ribu Anak Muda, Penghasilan hingga Rp 20 Juta/Bulan
22 Oktober 2025 14:38 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Sektor Pertanian Serap 27 Ribu Anak Muda, Penghasilan hingga Rp 20 Juta/Bulan
Pemerintah mengajak milenial dan gen z agar mau bertani. Kini sudah terserap 27 ribu pemuda dengan penghasilan yang cukup tinggi. kumparanBISNIS

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mencatat serapan tenaga kerja sektor pertanian terhadap milenial dan generasi Z terus meningkat. Sampai saat ini, sudah ada 27 ribu pemuda yang terlibat di sektor pertanian.
Ia menjelaskan ada dua alasan yang membuat milenial dan generasi Z tertarik ke sektor pertanian, yaitu teknologi dan penghasilan.
"Bagaimana caranya supaya (mereka) ikut? Yang pertama adalah menggunakan teknologi tinggi, yang kedua adalah pendapatannya lebih tinggi kalau (dibanding) dia menjadi pegawai atau pekerjaan lain,β kata Amran dalam Konferensi Pers Satu Tahun Kinerja Pembangunan Pertanian di Kementan, Jakarta, Rabu (22/10).
Terkait penghasilan, Amran juga menuturkan para milenial dan generasi Z yang berada di sektor pertanian bisa mendapat penghasilan hingga Rp 20 juta per bulannya.
βAlhamdulillah, testimoni mereka dari Merauke, dari Kalimantan dan Aceh itu pendapatannya rata-rata Rp 15 juta sampai Rp 20 juta (penghasilan per bulan). Kita berikan fasilitas, kita berikan alat pertanian hebat untuk mereka,β ujarnya.
Untuk teknologi, saat ini Kementan memang sedang melakukan transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Hal ini juga diimplementasikan dalam program cetak sawah seluas 3 juta hektare yang membuat millenial dan generasi Z tertarik.
βKita membangun rencana 3 juta hektare, 3 juta hektare ini kita membuat setara dengan negara maju seperti Amerika dengan China, kita membuat setara dengan teknologinya, kita buat klaster, sehingga anak-anak muda turun (ke sektor pertanian),β kata Amran.
Sebelumnya Amran juga berencana untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian. Untuk itu, ia sudah menyusun cetak biru tahun 2024-2029, yang menargetkan peningkatan PDB pertanian dari 0,18 persen menjadi 4,81 persen.
Ia mengatakan ada lima program yang dapat meningkatkan PDB pertanian, di antaranya adalah swasembada pangan dan peningkatan produksi susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Amran juga menyebut program mandiri energi dengan penggunaan B-50 menjadi salah satu program yang dapat meningkatkan PDB pertanian.
