Setelah Bergabung BRICS, RI Setor USD 1 Miliar ke New Development Bank

2 Desember 2025 12:12 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Setelah Bergabung BRICS, RI Setor USD 1 Miliar ke New Development Bank
Setelah menjadi anggota BRICS, Indonesia harus berpartisipasi aktif dengan menyetorkan dana USD 1 miliar ke New Development Bank (NDB).
kumparanBISNIS
Presiden RI Prabowo Subianto di jajaran terdepan dalam sesi foto resmi para Kepala Negara dan Pemerintahan, negara mitra, serta negara yang terlibat secara eksternal dalam KTT BRICS 2025 di Museum of Modern Art, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025). Foto: Tim Media Prabowo Subianto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden RI Prabowo Subianto di jajaran terdepan dalam sesi foto resmi para Kepala Negara dan Pemerintahan, negara mitra, serta negara yang terlibat secara eksternal dalam KTT BRICS 2025 di Museum of Modern Art, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025). Foto: Tim Media Prabowo Subianto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan langkah Indonesia bergabung dengan BRICS menjadi pintu masuk penting untuk memperluas akses pasar, sekaligus memperkuat posisi di antara negara-negara Global South.
Airlangga mengatakan keanggotaan ini juga diikuti dengan partisipasi aktif Indonesia di New Development Bank (NDB). Pemerintah telah sepakat untuk menyetor dana sebesar USD 1 miliar atau Rp 16,61 triliun (dengan kurs Rp 16.618 per dolar AS) untuk investasi ke NDB.
“Bergabungnya Indonesia juga ditindak lanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana USD 1 miliar untuk investasi New Development Bank,” tutur Airlangga dalam gelaran Rapimnas Kadin Indonesia, di Jakarta Pusat, Senin (2/12).
Airlangga menjelaskan langkah ini menandakan Indonesia tidak sekadar menjadi anggota, tetapi langsung berperan aktif dalam persiapan dan penguatan bank pembangunan tersebut.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Forum Investasi Batam, Bintan, dan Karimun. Foto: Kemenko Perekonomian
“Jadi kita menjadi anggota dan langsung berpartisipasi aktif dalam persiapan New Development Bank,” imbuhnya.
Masuknya Indonesia ke BRICS sejalan dengan peran Indonesia sebagai pemimpin Konferensi Asia–Afrika. Menurut dia wajar bila Indonesia kini memperkuat hubungan dengan negara-negara besar yang tergabung dalam BRICS seperti China, India, Brasil, dan Rusia.
“Dengan BRICS kita juga melihat merupakan potensi kerjasama global south sebagai konsekuensi Indonesia memimpin konferensi Asia-Afrika, maka normal dengan BRICS ini ada China, ada India, ada Brasil, ada Rusia,” katanya.
Trending Now