Simpanan Masyarakat yang Dijamin LPS Tembus Rp 9.000 T per November 2025
7 Desember 2025 13:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
Simpanan Masyarakat yang Dijamin LPS Tembus Rp 9.000 T per November 2025
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan masyarakat yang dijamin kini menembus sekitar Rp 9.000 triliun.kumparanBISNIS

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan masyarakat yang dijamin kini menembus sekitar Rp 9.000 triliun pada November 2025. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2021 yang berada di kisaran Rp 6.500 triliun.
Kenaikan ini juga diikuti pertumbuhan jumlah rekening yang kini mencapai sekitar 600 juta. Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Dimas Yuliharto, memaparkan bahwa komposisi simpanan masyarakat saat ini menunjukkan ketimpangan yang kian melebar.
Pasalnya, pertumbuhan paling besar justru terjadi pada kelompok simpanan bernilai tinggi. Ia menegaskan bahwa kelompok simpanan terbesar di atas Rp 5 miliar mengalami lonjakan paling cepat dibanding kelompok simpanan lainnya.
“Pertumbuhan year on year-nya untuk yang di atas Rp 5 miliar adalah 18,34 persen, sedangkan untuk yang Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar adalah 4,08 persen. Kemudian untuk yang Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar adalah 4,42 persen,” kata Dimas kepada wartawan di Dago, Bandung, dikutip Minggu (7/12).
Jika dilihat berdasarkan jenis produk simpanan, posisi deposito masih menjadi penyumbang porsi terbesar. Namun, share-nya tidak terlalu dominan.
“Untuk porsinya itu yang paling tinggi adalah deposito, tapi selisihnya tidak banyak; deposito hanya 37 persen, tabungan 30,34 persen, dan giro 31,7 persen,” ungkapnya.
Meski demikian, pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada giro, yang selama ini lebih banyak digunakan oleh pelaku usaha untuk kebutuhan transaksi bisnis.
“Pertumbuhan yang paling tinggi adalah giro yaitu 15,39 persen,” imbuhnya.
Pertumbuhan giro yang mencapai dua digit menandakan adanya peningkatan aktivitas dunia usaha. Menurut Dimas, tren itu dapat dibaca sebagai indikator bahwa penempatan dana di giro mulai meningkat seiring pulihnya pergerakan ekonomi dan bisnis.
Sementara itu, deposito tumbuh sekitar 11 persen, tabungan 7,26 persen, dan total simpanan meningkat 11 persen.
Dimas menegaskan bahwa perkembangan simpanan masyarakat dapat menjadi gambaran mengenai kondisi ekonomi nasional.
“Kalau kita menguraikan simpanan, teman-teman bisa menyimpulkan apakah pertumbuhan simpanan dan pertumbuhan di masing-masing jenis produk simpanan itu bisa menunjukkan seberapa besar pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.
