Singgung soal Apple, Mari Elka Bandingkan Investasi yang Masuk ke Vietnam dan RI
15 Januari 2025 13:21 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Singgung soal Apple, Mari Elka Bandingkan Investasi yang Masuk ke Vietnam dan RI
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu membandingkan investasi Apple di Vietnam dengan Indonesia.kumparanBISNIS

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah harus menargetkan investasi yang masuk ke Indonesia harus disertai dengan supply chain atau rantai pasok.
โJadi kita jangan targetkan hanya oh kita harus sekian-sekian presentasi dari umumnya. Tapi bagian mana dari supply chain itu yang kalau kita tarik masuk awalnya, dia akan membawa rombongannya gitu kan,โ kata Mari Elka dalam gelaran Semangat Awal Tahun 2025 by IDN Times di Jakarta, Rabu (15/1).
Dia mencontohkan Apple. Menurut dia, ketika raksasa teknologi itu akan masuk berinvestasi di Indonesia, maka seharusnya Indonesia menargetkan supply chain produk tersebut juga bisa dihadirkan di Indonesia.
Dia menyoroti perbedaan kelengkapan supply chain dari investasi yang masuk ke Vietnam dengan Indonesia.
โJadi itu sebetulnya menurut saya kiat dari mengantisipasi ke depan, kalau bandingkan dengan Vietnam dan negara lain, kita masih belum lengkap red carpet, contoh dari chip,โ imbuh Mari.
Sehingga dalam hal ini Mari melihat Indonesia harus segera merombak aturan investasi, juga mereformasinya agar bisa lebih selektif dalam menerima investor sehingga investasi yang masuk berikut dengan supply chain-nya. Dengan demikian nantinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.
โDalam waktu dekat bagaimana melakukan deregulasi, reformasi, untuk memperbaiki bidang investasi dan menjadi lebih strategis di dalam meng-identify investment mana yang kita ingin tarik,โ terangnya.
Sebelumnya, Mari melihat Indonesia memiliki keuntungan untuk menarik investasi yang masuk dengan supply chain ini dari permasalahan kekhawatiran dunia akan berlanjutnya perang dagang AS dan China usai Donald Trump kembali jadi Presiden AS.
Mari melihat, kekhawatiran tersebut membuat banyak negara mengatakan mereka harus mencari atau mengubah supply chain-nya jadi untuk lebih resilient terhadap geopolitik.
โTerhadap macam-macam yang terjadi dan dari 75 persen yang mengatakan akan harus memperhatikan supply chain terutama yang basisnya di South East Asia,โ katanya.
Pengubahan supply chain ini dilakukan salah satunya untuk mengantisipasi pengenaan tarif ekspor oleh Amerika.
โJadi banyak menghindari tarif dengan membangun supply chain yang mengurangi komponen Tiongkok ataupun meningkatkan komponen non-Tiongkoknya,โ ujar Mari Elka.
โKarena yang respons keduanya adalah diversifikasi lokasi. Jadi ini adalah opportunity buat Indonesia,โ jelasnya.
