SKK Migas: 120 Kargo LNG Dipasok untuk Domestik dan Ekspor pada Semester I 2026

24 Desember 2025 15:32 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SKK Migas: 120 Kargo LNG Dipasok untuk Domestik dan Ekspor pada Semester I 2026
SKK Migas sudah menyiapkan pasokan LNG sampai Semester I 2026.
kumparanBISNIS
Ilustrasi pengangkutan Liquefied Natural Gas (LNG). Foto: Dok. PGN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengangkutan Liquefied Natural Gas (LNG). Foto: Dok. PGN
SKK Migas mencatat total alokasi gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) untuk kebutuhan industri domestik dan ekspor sebanyak 120 kargo untuk periode Januari-Juni 2026. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan kebutuhan LNG sepanjang semester I 2026 dipastikan sudah aman
"LNG Januari-Juni udah aman. Jumlahnya kalau untuk sampai dengan Juni sekitar 120 kargo," ungkap Djoko saat ditemui di Blok Rokan, dikutip pada Rabu (24/12).
Djoko mengatakan pasokan itu juga untuk mengantisipasi gangguan pada penyaluran gas pipa, baik itu karena pasokan dari hulu yang mengalami penurunan, maupun kendala infrastruktur yang kerap terjadi.
Salah satunya terjadi pada infrastruktur pipa migas di wilayah Aceh dan Sumatera Utara imbas bencana banjir dan longsor. Djoko menyebutkan, rusaknya pipa tersebut menyebabkan penurunan lifting, terutama minyak bumi, di penghujung tahun ini.
"Kita kemarin ada pipa bocor baik di Aceh maupun di Sumatera Utara, juga pipa pecah di Exxon, sehingga kita kekurangan banyak. Harusnya harian kita sudah 605 (ribu bopd), turun lagi. Iya, karena longsor jadi pipa pecah," ungkap Djoko.
Djoko memastikan pemerintah dan SKK Migas berupaya mengembalikan kondisi seperti sedia kala agar dapat memenuhi jarak atau kekurangan lifting minyak sebesar 175 bopd.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, saat ditemui di sela acara IPA Convex 2025, Selasa (20/5/2025) Foto: Fariza/kumparan
SKK Migas mencatat hingga pertengahan Desember ini, lifting minyak baru mencapai 604.825 barel oil per day (BOPD), artinya terdapat kekurangan 175 BOPD dari target APBN 2025 sebesar 605.000 BOPD.
Selain mencari celah-celah produksi dari sumur yang belum beroperasi, Djoko menyebut medan yang berat membuat proses perbaikan pipa distribusi belum bisa berjalan maksimal. Sehingga distribusi minyak mentah terpaksa harus dilakukan menggunakan truk.
"Ya strateginya kan kalau perbaiki pipa perlu waktu lama. Ganti pipa, potong, las, juga kondisinya medannya berat di sana. Jadi kita pakai truk, sementara kita pakai truk minyaknya kita angkut, cuma kan bolak-balik jadi take time," jelas Djoko.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sudah belajar dari kondisi seretnya pasokan gas industri pada pertengahan tahun ini. Untuk itu, pemerintah akan mengatur kembali neraca komoditas, khususnya LNG.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Bahlil tidak menyangka sebelumnya kalau permintaan gas akan melonjak. Pemerintah kemudian melakukan penyesuaian setiap 2 bulan sekali terhadap alokasi LNG untuk diekspor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"Makanya setiap 2 bulan sekali kita melakukan penyesuaian. Ada yang harusnya kita ekspor, kita memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kenapa itu kita lakukan? Karena perintah Bapak Presiden, kalau kita bicara tentang kedaulatan energi, itu tergantung dari berapa banyak kita impor," jelas Bahlil saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Jumat (19/12).
Bahlil memastikan alokasi pasokan dalam negeri dan ekspor LNG untuk tahun depan sudah dikaji hingga 6 bulan pertama alias semester I 2026. Pemerintah sudah berdiskusi dengan pihak pembeli atau offtaker.
"Belajar dari tahun 2025, untuk 2026 kami sudah exercise dengan tidak mengurangi rasa hormat kami dengan teman-teman offtaker yang market-nya sudah jelas dan kami sudah bicara, untuk 6 bulan pertama sudah clear," ungkap Bahlil.
Meski begitu, Bahlil mengakui pemerintah belum selesai menentukan alokasi LNG pada semester II 2026. "Nah Juli ke atas lagi baru kita rancang. Jadi baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor, sudah aman. Nanti kita akan umumkan lagi nanti pada semester ke 2," tutur Bahlil.
Trending Now