Teken FOA dengan Petronas, PHE Kelola 24,5% Hak Partisipasi Blok Bobara

27 Oktober 2025 15:36 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Teken FOA dengan Petronas, PHE Kelola 24,5% Hak Partisipasi Blok Bobara
PHE melalui PT Pertamina Hulu Energi Bobara menyelesaikan penandatanganan FOA dengan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) melalui Petronas E&P Bobara Sdn. Bhd.
kumparanBISNIS
Penandatanganan Farm-Out Agreement (FOA) PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) terkait Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Bobara, Minggu (26/10/2025). Foto: PHE
zoom-in-whitePerbesar
Penandatanganan Farm-Out Agreement (FOA) PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) terkait Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Bobara, Minggu (26/10/2025). Foto: PHE
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui PT Pertamina Hulu Energi Bobara menyelesaikan penandatanganan Farm-Out Agreement (FOA) dengan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) melalui Petronas E&P Bobara Sdn. Bhd., dalam Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Bobara.
Penandatanganan FOA PSC Blok Bobara dilakukan bertepatan dengan perhelatan KTT ASEAN Summit ke-47 Tahun 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Dalam kemitraan di Blok Bobara, PHE akan memiliki 24,5 persen Participating Interest (PI) alias hak partisipasi, bersama Petronas dan TotalEnergies.
Adapun Blok Bobara terletak di perairan laut dalam (ultra-deepwater) Papua Barat, Indonesia Timur, dengan luas area 8.444,49 km2 dan memiliki potensi sumber daya minyak dan gas bumi sebesar 6.8 Billion Barrel Oil Equivalent (BBOE).
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (6/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra kerja atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Pertamina.
"Acara seremoni hari ini bukan sekadar tonggak kontraktual, tetapi merupakan wujud nyata dari kemitraan energi Malaysia, Indonesia, sinergi kapabilitas yang saling melengkapi, serta tanggung jawab bersama kita dalam memperkuat ketahanan energi kawasan dan mendorong pembangunan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/10).
Simon pun meminta dukungan untuk pertumbuhan bisnis Pertamina di Malaysia, sejalan dengan portofolio jangka panjang Petronas di Indonesia. Dukungan tersebut termasuk peluang untuk Pertamina menjadi operatorship di Malaysia Balingian PSC dan PSC lainnya.
Sementara itu, Direktur Utama PHE Awang Lazuardi mengatakan, kemitraan di Blok Bobara mencerminkan sinergi kuat dan komitmen bersama di antara Pertamina, Petronas, dan TotalEnergies untuk melangkah maju.
"PSC Bobara selaras dengan fokus strategis PHE dalam mengeksplorasi dan mengembangkan peluang baru di area frontier," ujarnya.
Penandatangan FOA PSC Bobara dilakukan oleh Direktur PT Pertamina Hulu Energi Bobara, Muhamad Arifin, dan Direktur PETRONAS E&P Bobara Sdn. Bhd., Yuzaini Md Yusof, serta disaksikan oleh Direktur Utama/CEO PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Direktur Utama PHE Awang Lazuardi, Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE Dannif Utojo Danusaputro, dan PETRONAS President dan Group CEO Tan Sri Tengku Muhammad Taufik.
Penandatanganan Farm-Out Agreement (FOA) PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) terkait Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Bobara, Minggu (26/10/2025). Foto: PHE
Sebelumnya, Petronas E&P Bobara Sdn. Bhd, resmi menandatangani Production Sharing Contract (PSC) Blok Bobara pada Mei 2024 lalu, ketika perhelatan Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex ke-48. Awalnya, perusahaan asal Malaysia itu mengempit 100 persen hak partisipasi.
Kemudian, Petronas mengajak TotalEnergies dan PHE untuk ikut mengelola Blok Bobara. Penandatanganan FoA antara Petronas dan TotalEnergies telah dilakukan pada gelaran Energy Asia 2025 di Kuala Lumpur pada Juni 2025 lalu, dengan hak partisipasi sebesar 24,5 persen.
Dengan demikian, Petronas tetap menjadi operator di WK Bobara melalui anak perusahaannya, Petronas Energy Bobara Sdn Bhd, dengan total hak partisipasi sebesar 51 persen. TotalEnergies akan memperkuat eksekusi program eksplorasi dan pengembangan blok tersebut.
Trending Now