Temui Prabowo, Presiden Brasil Bahas Perdagangan dengan Mata Uang Lokal
23 Oktober 2025 17:47 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Temui Prabowo, Presiden Brasil Bahas Perdagangan dengan Mata Uang Lokal
Saat ini, perdagangan antarnegara masih menggunakan dolar AS. kumparanBISNIS

Presiden Brasil Luiz InΓ‘cio Lula da Silva dalam pidatonya saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, menyinggung soal perdagangan menggunakan mata uang masing-masing atau mata uang lokal.
Saat ini, perdagangan dalam negeri masih menggunakan dolar AS. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang AS itu, BRICS yang diketuai Brasil dikenal dengan rencana dedolarisasi dan saat ini Indonesia merupakan bagian dari BRICS.
Lula mengatakan di abad ke 21 ini perlu ada keberanian untuk mengubah cara berdagang, termasuk di perdagangan internasional.
βBaik Indonesia maupun Brasil ingin membahas kemungkinan perdagangan menggunakan mata uang masing-masing. Ini hal yang perlu kita ubah. Abad ke-21 menuntut keberanian yang mungkin tidak kita miliki pada abad ke-20. Kita harus mengubah cara kita berdagang agar tidak bergantung pada siapa pun,β tutur Lula di Istana Negara, Kamis (23/10).
Menurut Lula, baik Indonesia maupun Brasil menginginkan multilateralisme, bukan unilateralisme. Selain itu Brasil dan Indonesia juga butuh perdagangan yang berlandaskan demokrasi, bukan proteksionisme.
Kedua negara juga sama-sama menginginkan pertumbuhan, termasuk pertumbuhan ekonomi yang erat kaitannya dengan penyediaan lapangan pekerjaan.
βKita menginginkan demokrasi perdagangan, bukan proteksionisme. Kita ingin tumbuh, menciptakan lapangan kerja dan pekerjaan yang berkualitas, karena itulah alasan rakyat memilih kita (dalam Pemilihan Umum),β tambahnya.
Mulanya Lula membahas alasan Brasil memilih memperkuat perdagangan dengan Indonesia. Dia yakin Brasil dan Indonesia bisa mencapai pertumbuhan yang ditargetkan.
Lula melihat kondisi politik dan ekonomi saat ini membuat Brasil dan Indonesia harus membahas kesamaan antara kedua negara agar hubungan di bidang perdagangan, sains dan teknologi, budaya, serta politik terus tumbuh.
βKita ingin semakin mandiri, tidak tergantung pada satu negara saja. Indonesia dan Brasil tidak menginginkan perang dingin kedua. Kita menginginkan perdagangan bebas,β imbuhnya.
Lula juga melihat perdagangan Brasil-Indonesia yang semakin meningkat dalam dua dekade terakhir, dari USD 2 miliar menjadi kini USD 6 miliar. Namun menurut dia angka tersebut terlalu kecil untuk Brasil dan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk ratusan juta jiwa.
βHampir sulit dimengerti bagaimana dua negara besar seperti Indonesia dan Brasil, yang bersama-sama memiliki hampir 500 juta penduduk, hanya memiliki perdagangan senilai USD 6 miliar, itu terlalu kecil, terlalu kecil untuk Indonesia, dan juga terlalu kecil untuk Brasil,β tutupnya.
