Terima Presiden Cyril, Prabowo Ingin Hubungan Dagang RI-Afsel Lebih Digenjot
22 Oktober 2025 15:12 WIB
·
waktu baca 2 menitDiperbarui 20 November 2025 15:46 WIB

Terima Presiden Cyril, Prabowo Ingin Hubungan Dagang RI-Afsel Lebih Digenjot
Perdagangan Indonesia dan Afsel cukup naik signifikan dalam 5 tahun terakhir. Tapi Prabowo ingin kerja sama kedua negara terus ditingkatkan.kumparanBISNIS

Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dengan Afrika Selatan (Afsel) melalui pembentukan perjanjian perdagangan preferensial atau kemitraan ekonomi komprehensif antara kedua negara. Hal itu disampaikan Prabowo dalam pernyataan bersama usai pertemuan bilateral dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Jakarta, Rabu (22/10).
“Kami telah melakukan diskusi yang baik hari ini mengenai hubungan bilateral. Dalam bidang ekonomi, perdagangan antara kedua negara meningkat cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Namun kami ingin terus meningkatkannya dalam situasi yang lebih seimbang,” kata Prabowo.
Ia menambahkan, Indonesia dan Afrika Selatan akan menjajaki pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna memperluas akses pasar kedua negara.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, penting bagi kita untuk membangun hubungan ekonomi yang lebih kuat dan saling menguntungkan,” katanya.
Prabowo juga menekankan pentingnya memperluas kerja sama di sektor strategis lain, termasuk pertahanan, energi, pertanian, serta pendidikan dan riset. Indonesia, menurut dia, akan mengirimkan tim teknis untuk membahas langkah konkret di bidang-bidang prioritas tersebut.
Selain itu, Prabowo mengusulkan peningkatan hubungan antarwarga negara (people-to-people contact) melalui kebijakan bebas visa timbal balik, yang dinilai dapat memperkuat interaksi sosial dan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Afrika Selatan.
Prabowo juga menyampaikan dukungan terhadap presidensi Afrika Selatan dalam G20 dan memastikan kehadirannya dalam KTT G20 di Johannesburg bulan depan.
“Saya merasa terhormat diundang langsung oleh Presiden Ramaphosa untuk hadir di KTT G20. Ini akan menjadi simbol kekuatan kerja sama Selatan–Selatan,” tutur Prabowo.
Kunjungan Ramaphosa ke Indonesia menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral yang berakar sejak Konferensi Asia–Afrika 1955 di Bandung. Kedua negara kini berupaya memperluas kemitraan menuju hubungan ekonomi yang lebih dinamis dan berimbang.
