Tim Trump Akan Kunjungi India, Negosiasi Kesepakatan Tarif Impor

8 Desember 2025 7:29 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Trump Akan Kunjungi India, Negosiasi Kesepakatan Tarif Impor
India jadi negara di Asia yang dapat tarif tinggi dari Trump. Tapi pemerintahan mereka tak mau kalah. Akhirnya, AS akan negosiasi.
kumparanBISNIS
Perdana Menteri India Narendra Modi berbincang degan Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump ketika mereka mengunjungi Gandhi Ashram di Ahmedabad. Foto: REUTERS/Al Drago
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri India Narendra Modi berbincang degan Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump ketika mereka mengunjungi Gandhi Ashram di Ahmedabad. Foto: REUTERS/Al Drago
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dijadwalkan mengunjungi India pekan ini, bersamaan dengan kedatangan tim negosiator perdagangan yang akan melanjutkan pembahasan perjanjian dagang antara kedua negara.
Menurut pernyataan Kedutaan Besar AS di India, Under Secretary of State for Political Affairs, Allison Hooker, akan berada di India mulai Minggu (7/12) hingga Kamis (11/12) untuk mendorong penguatan kemitraan strategis antara AS dan India, seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/12).
Selama kunjungannya, Allison akan berada di New Delhi dan Bengaluru. Ia dijadwalkan bertemu sejumlah pejabat senior India, termasuk Foreign Secretary Vikram Misri. Pernyataan resmi tersebut juga menyebut bahwa Allison akan mendorong penguatan hubungan ekonomi dan komersial, peningkatan ekspor AS, serta perluasan kerja sama dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan eksplorasi luar angkasa.
Selain itu, Deputy US Trade Representative Rick Switzer dan timnya juga akan berada di India pekan ini menurut laporan Bloomberg News sebelumnya.
Kedua kunjungan ini berlangsung setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan perjalanan dua hari ke India atas undangan Perdana Menteri Narendra Modi. Pemerintah India disebut sangat ingin segera merampungkan perjanjian dagang dengan pemerintahan Presiden Donald Trump, yang diperkirakan akan menurunkan tarif sebesar 50 persen yang diterapkan AS sebagian sebagai bentuk respons atas pembelian minyak Rusia oleh India.
Ilustrasi bendera India. Foto: Rahul Sapra/Shutterstock
Sebelumnya, Trump mengenakan tarif 25 persen ke India. Keputusan itu diambil menyusul alotnya negosiasi dagang antara kedua negara, terutama terkait akses ke sektor pertanian India yang dinilai terlalu tertutup. Alasan lain India mendapatkan tarif tinggi dibandingkan kebanyakan negara Asia lainnya adalah karena mereka membeli minyak mentah dari Rusia.
India bersikeras melindungi sektor pertanian padat karya mereka meski negosiasi dengan AS masih berlangsung. Sikap tersebut akhirnya memicu kemarahan dari partai posisi dan menyebabkan nilai tukar Rupee merosot.
Langkah Trump menaikkan bea impor pada 18 Agustus dilakukan di tengah semakin banyaknya bukti bahwa kebijakan ini mulai mendorong kenaikan harga barang konsumsi.
Trending Now