Tingkatkan Produktivitas Kerja, Direktur Sido Muncul: SDM Memegang Peran Penting
12 November 2025 17:59 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
Tingkatkan Produktivitas Kerja, Direktur Sido Muncul: SDM Memegang Peran Penting
Dalam agenda agenda Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N), Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat menjelaskan, produktivitas perusahaan harus diimbangi dengan kebahagiaan karyawan.kumparanBISNIS

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menjadi tuan rumah dalam agenda Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N), Senin (10/11).
Berlokasi di Agrowisata Pabrik Sido Muncul di Kabupaten Semarang, acara yang digelar oleh Kementerian Ketenagakerjaan ini mengajak Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat sebagai pembicara dalam sebuah sesi diskusi.
Dalam dialog interaktif tersebut, Irwan mengungkap kunci sukses yang membawa Sido Muncul menjadi perusahaan jamu terbesar di Indonesia. Ia mengatakan, produktivitas perusahaan harus diimbangi dengan kebahagiaan karyawan.
"Kalau sumber daya manusianya happy, ya produktivitas unggul. Sebagai pengusaha saya memahami bahwa salah satu tujuan kami (dalam bertumbuh) adalah karyawannya bahagia kerja di sini," ujar Irwan.
Irwan pun mengaku, ada beberapa kebiasaan yang dilakukan Irwan untuk mendekatkan hubungan dengan para karyawannya. Ia berseloroh tak pernah baju formal ketika ada acara di pabrik, cukup mengenakan kaos dan sandal agar karyawan merasa nyaman dan tak berjarak dengannya.
"Saya biasanya pakai kaos sederhana saja, jadi karyawan enggak takut. Kalau ngomong pakai bahasa yang mudah dimengerti. Ini saya pakai batik hari ini karena semuanya pakai batik, jadi saya sungkan," ucap Irwan disambut tawa peserta.
Irwan masih ingat betul pesan dari mendiang ibunya, Desy Sulistio Hidayat, untuk selalu berbuat baik pada karyawan. Dengan itu, akan ada motivasi bagi karyawan untuk ikut mengembangkan perusahaan.
"Ibu saya pesan kalau ngomong ke karyawan jangan yang nyakitin. Yang penting bagaimana memotivasi karyawan supaya jalan dengan sendirinya, supaya karyawan mencintai perusahaan, bagaimana membuat kita membuat mereka senang bekerja," tanbahnya.
Sementara itu, Brand Ambassador Tolak Angin Sido Muncul sekaligus jurnalis senior, Andy F. Noya, juga ikut menceritakan kebaikan Irwan dalam membangun bisnis jamunya ke tingkat internasional. Andy memuji bagaimana Irwan memperlakukan ribuan karyawannya dengan sangat baik.
"Kalian boleh kaya, boleh berhasil, tapi harus berdampak bagi orang lain. Saya pernah tengah malam menghubungi Pak Irwan minta bantuan ada wanita dalam kondisi buta dan tumor, tapi enggak ada biaya untuk operasi. Saya telpon beliau langsung menyanggupi. Padahal dia nggak kenal sama orang yang ditolong itu," cerita Andy.
Menurut Andy, kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana Sido Muncul memaknai produktivitas. Bahwa bisnis bukan sekadar menghasilkan keuntungan, tetapi menciptakan manfaat bagi sesama.
Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menilai, peningkatan produktivitas penting untuk dilakukan sebagai strategi utama memperkuat daya saing industri Indonesia.
"Produktivitas bukan lagi sekadar wacana, tetapi keharusan. Ini salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing melalui peningkatan kualitas produk dan efisiensi," imbuh Yassierli.
Ia menyebut, peningkatan produktivitas bisa dilakukan melalui intervensi yang bisa disebut 4P, yaitu people, product, process, dan policy. Apalagi, saat ini, Indonesia sedang menghadapi bonus demografi yang puncaknya pada akhir dekade ini.
βKita sedang menikmati bonus demografi. Harapannya bukan hanya soal jumlah tenaga kerja, tetapi juga kualitasnya. Mereka harus mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar," imbuh Yassierli
Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Agung Nur Rohmad juga menyebut, Sido Muncul bisa menjadi contoh bagai perusahaan lain untuk meningkatkan produktivitas dengan cara membahagiakan karyawan.
"Tentu Sido Muncul ini kan brand yang kita lihat dari sisi peningkatan produktivitas itu baik lah, dibanding dengan industri manufaktur itu tingkat produktivitasnya sudah tinggi. Jadi kita pengen lihat juga industri-industri lainnya seperti Sido Muncul," kata Agung.
Agung juga menegaskan, kegiatan P3N menjadi momentum awal pencanangan gerakan nasional peningkatan produktivitas. Apalagi, pihaknya menggandeng sekitar 200 mitra untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini melalui platform digital P3N.
"Selama lima hari ke depan, kami akan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti webinar, workshop, podcast, dan pelatihan, baik secara daring maupun luring. Saat ini tercatat sekitar 27.000 peserta yang sudah terdaftar. Target kami hingga akhir pekan nanti mencapai 30.000 peserta," terang Agung.
Puluhan Tahun Pimpin Sido Muncul, Irwan Tidak Pernah Memecat Karyawan
Dalam kesempatan yang sama, Irwan mengatakan bahwa selama puluhan tahun memimpin Sido Muncul, ia tak pernah sekalipun memecat orang. Masa kerja karyawannya pun rata-rata belasan hingga puluhan tahun.
"Karyawannya kami ada 4.000 dan rata rata kerja di atas 15 tahun, ada yang 31 tahun. Saya enggak pernah mecat orang. Perusahaan jangan hanya menuntut, tapi juga harus memberi,β ucap Irwan.
Sebagai perusahaan jamu terbesar, Sido Muncul memahami bahwa karyawan adalah nadi perusahaan. Jika karyawan merasa dipercaya dan diperhatikan, mereka akan jauh lebih produktif.
βMisalnya kami buat tempatnya yang proper, enak buat kerja. Jaminan sosialnya juga kalau kami sebagai perusahaan ya kalau bisa di atas aturan," lanjut Irwan.
Irwan pun berpesan kepada para pelaku usaha untuk menggunakan akal budi dan kebijaksanaan dalam memimpin. Menurutnya, dengan dua hal itu maka produktivitas perusahaan bisa tercapai.
"Pesan saya ini kan banyak dari Kemenaker. Pokoknya manusia dikasih dua modal sama Tuhan, yang pertama intelegensi dan akal budi. Jadi kalau mau sukses juga harus mengandalkan akal budi. Golden rule-nya, perlakukan manusia seperti kamu ingin diperlakukan.β tutup Irwan.
