Transaksi Derivatif Kripto Tembus Rp 73,8 T per September 2025

26 Oktober 2025 13:39 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Transaksi Derivatif Kripto Tembus Rp 73,8 T per September 2025
Transaksi derivatif kripto tersebut naik 120 persen dibandingkan kuartal II 2025 yang sebesar Rp 33,54 triliun.
kumparanBISNIS
Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/8/2025). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/8/2025). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Perdagangan derivatif kripto di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat dalam setahun terakhir. Data dari Bursa Kripto CFX mencatat total transaksi mencapai Rp 73,8 triliun hingga September 2025. Angka ini naik 120 persen dibandingkan periode kuartal II 2025 atau per Juni 2025 yang sebesar 33,54 triliun.
Dari transaksi tersebut, terdapat 192 kontrak yang dapat diperdagangkan dengan lima di antaranya, BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, SOLUSDT-PERP, PEPEUSDT-PERP, dan XRPUSDT-PERP menjadi lima kontrak yang banyak diperdagangkan dalam satu tahun terakhir.
Salah satu pelaku industri kripto, PT Pintu Kemana Saja (Pintu), mencatatkan kenaikan volume trading di kuartal III 2025 sebesar 200 persen, diikuti dengan jumlah pengguna baru dan aktif yang naik 20 persen. Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, menjelaskan Pintu menluncurkan dua fitur terbaru, yakni Adjustable Leverage dan Initial Margin Buffer, untuk meningkatkan pengalaman trading secara keseluruhan.
β€œKami selalu mendengarkan masukan dari para pengguna Pintu Futures dan kini kami hadirkan fitur yang bisa memberikan fleksibilitas yaitu Adjustable Leverage dan juga fitur Initial Margin Buffer untuk mengurangi risiko trading derivatif kripto,” kata Iskandar dalam keterangan tertulis, Minggu (26/10).
Iskandar menambahkan, fitur Adjustable Leverage memungkinkan pengguna mengatur leverage dari 1-25 kali, sehingga mereka memiliki kendali penuh untuk menyesuaikan strategi trading dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang diinginkan.
β€œSementara itu, fitur kedua adalah Initial Margin Buffer yang berfungsi untuk mengunci margin lebih banyak secara otomatis untuk mengurangi risiko likuidasi. Fitur ini membuat trading futures menjadi lebih terkendali,” jelasnya.
Selain dua fitur baru tersebut, pengguna Pintu Futures juga telah memanfaatkan beragam fitur inovatif lainnya untuk mendukung aktivitas trading derivatif kripto, seperti Take Profit (TP)/Stop Loss (SL), indikator margin, price protection, dan stop order.
Iskandar pun mengingatkan perdagangan derivatif kripto memiliki risiko yang tinggi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memahami konsep dasar, manajemen risiko, serta penggunaan dana yang aman sebelum memulai trading.
****
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Trending Now