Trump Bakal Kenakan Tarif Impor Produk Furnitur

24 Agustus 2025 9:43 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trump Bakal Kenakan Tarif Impor Produk Furnitur
Produk furnitur jadi target baru, Trump sebelumnya juga menyelediki impor logam, mineral, farmasi, hingga semikonduktor untuk dikenakan tarif.
kumparanBISNIS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melambaikan tangan saat berjalan masuk pesawat Air Force One untuk berangkat menuju Alaska bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Maryland, Amerika Serikat, Jumat (15/8/2025). Foto: Kevin Lamarque/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melambaikan tangan saat berjalan masuk pesawat Air Force One untuk berangkat menuju Alaska bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Maryland, Amerika Serikat, Jumat (15/8/2025). Foto: Kevin Lamarque/Reuters
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk melakukan investigasi untuk mengenakan tarif impor terhadap produk furnitur. Hal tersebut menjadi sinyal tentang adanya kemungkinan penerapan tarif terhadap produk furnitur secara lebih besar.
Dikutip dari Reuters pada Minggu (23/8), rencana tersebut juga sempat membuat saham ritel furnitur Restoration Hardware (RH.N) anjlok 7,5 persen. Untuk investigasi terkait penerapan tarif, Trump menyebut hal itu akan rampung dalam 50 hari.
β€œFurnitur yang masuk dari negara lain ke Amerika Serikat akan dikenakan tarif dengan besaran yang masih akan ditentukan,” kata Trump di Truth Social miliknya.
Trump mengatakan langkah ini bertujuan untuk menghidupkan kembali industri furnitur di sejumlah negara bagian AS seperti North Carolina, South Carolina, dan Michigan. Data pemerintah menunjukkan bahwa lapangan kerja di sektor manufaktur furnitur dan produk kayu terus menyusut dari 1,2 juta pekerja pada 1979 menjadi 340 ribu saat ini.
β€œIni akan membawa kembali bisnis furnitur ke Carolina Utara, Carolina Selatan, Michigan, dan negara bagian di seluruh AS.” ujarnya.
Proses pemilihan kayu untuk diolah menjadi furniture di pabrik HK TimberBank di Hong Kong, China. Foto: Lam Yik/Reuters
AS tercatat mengimpor furnitur senilai sekitar USD 25,5 miliar pada 2024 atau naik 7 persen dari tahun sebelumnya. Sekitar 60 persen impor tersebut berasal dari Vietnam dan China. Menurut data Departemen Perdagangan AS, kebijakan tarif yang sudah berlaku sebelumnya bahkan juga sudah membuat harga furnitur rumah tangga melonjak 0,7 persen pada Juli lalu.
American Home Furnishings Alliance (AHFA) belum memberikan komentar langsung terkait pengumuman Trump tersebut. Meski demikian, AHFA sempat memimpin koalisi industri dalam menentang tarif baru tersebut pada April lalu. Menurut AHFA, tarif baru tidak akan serta-merta mengembalikan kejayaan industri furnitur AS.
β€œTidak ada hubungan rasional antara impor furnitur dengan keamanan nasional AS. Tarif justru bisa merugikan produsen dalam negeri yang masih bertahan,” kata kelompok tersebut dalam komentar tertulis kepada Departemen Perdagangan AS.
Dengan investigasi tersebut, produk furnitur sudah menjadi target baru setelah sebelumnya investigasi juga dilakukan kepada beberapa produk seperti impor turbin angin, serta telah menargetkan logam, mineral penting, farmasi, semikonduktor, hingga pesawat tanpa awak.
Trending Now