Unilever Cetak Laba Bersih Rp 2,2 T pada Semester I 2025

31 Juli 2025 11:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Unilever Cetak Laba Bersih Rp 2,2 T pada Semester I 2025
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan meraih laba bersih Rp 2,2 triliun pada semester I 2025.
kumparanBISNIS
Ilustrasi Unilever. Foto: BalazsSebok/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Unilever. Foto: BalazsSebok/Shutterstock
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan capaian laba bersih Rp 2,2 triliun pada semester I 2025, turun 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Perusahaan mencatat kinerja penjualan bersih sebesar Rp 18,2 triliun, terkoreksi sebesar 4,4 persen (yoy), namun tumbuh 13,1 persen dibandingkan Semester II 2024.
Meskipun laba bersih terkoreksi 12,6 persen secara tahunan, namun terjadi peningkatan 134 persen jika dibandingkan dengan periode semester II tahun 2024.
Presiden Direktur Unilever, Benjie Yap, mengatakan beberapa merek perusahaan yang mencakup 55 persen dari portofolio seperti Pepsodent, Bango, Sunlight, Axe, dan Clear mengalami pertumbuhan pada semester I 2025.
"Meskipun kinerja kami di Semester I 2025 masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya, kami melihat perbaikan bertahap dibandingkan dengan Semester II 2024, baik dalam hal pertumbuhan penjualan maupun profitabilitas," jelasnya saat konferensi pers virtual kinerja Unilever Semester I 2025, Kamis (31/7).
Benjie Yap, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk dalam acara Paparan Publik (Public Expose) Tahun 2024 pada Kamis (20/6) di Tangerang. Foto: Dok. Unilever Indonesia
Unilever juga mencatat margin kotor yang terkoreksi sebesar 161 basis poin dari tahun ke tahun, meningkat sebesar 305 basis poin dibandingkan Semester II 2024.
Kemudian, Margin Laba Sebelum Pajak terkoreksi 111 basis poin dari tahun ke tahun, meningkat sebesar 819 basis poin dibandingkan Semester II 2024 menjadi 15,5 persen.
Di sisi lain, belanja iklan dan promosi perusahaan meningkat menjadi 8,9 persen dari total penjualan bersih, menegaskan investasi berkelanjutan dalam hal ekuitas dan keterlibatan konsumen.
"Capaian awal ini menjadi landasan yang kokoh untuk menjaga momentum dan menempatkan kami pada posisi yang baik untuk kembali tumbuh mulai Kuartal III tahun 2025 dan seterusnya, sesuai dengan proyeksi yang telah kami tetapkan," kata Benjie.
Trending Now