Unilever Food Solutions Bawa Hidangan Tradisional Ikan Arsik ke Future Menu 2025

30 Mei 2025 13:30 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Unilever Food Solutions Bawa Hidangan Tradisional Ikan Arsik ke Future Menu 2025
Unilever Food Solutions luncurkan Future Menu 2025 di Bangkok dan angkat ikan arsik sebagai simbol kuliner Indonesia.
kumparanBISNIS
UFS Global CMO and SEA Cluster Lead menjelaskan tren terkini di industri kuliner melalui “Future Menu 2025”. Foto: dok. Unilever Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
UFS Global CMO and SEA Cluster Lead menjelaskan tren terkini di industri kuliner melalui “Future Menu 2025”. Foto: dok. Unilever Indonesia
Unilever Food Solutions (UFS), unit Business to Business (B2B) dari Unilever, meluncurkan Future Menu 2025 SEA di Samyan Mirtown, Bangkok, pada Rabu (21/5) lalu. Inisiatif tahunan ini menjadi bentuk komitmen UFS dalam mendukung progresivitas chef dan pebisnis kuliner seluruh dunia.
Pada peluncuran di kawasan Asia Tenggara ini, UFS Indonesia turut memperkenalkan ikan arsik sebagai representasi hidangan khas Indonesia. Sajian tradisional Batak Toba tersebut dipilih karena sejalan dengan tren kuliner global yang tengah berkembang, yaitu merayakan keunikan akar budaya di balik sebuah hidangan.
Managing Director Unilever Food Solutions Indonesia, Gemita Pasaribu, menyampaikan bahwa UFS memiliki tujuan untuk menjadi mitra strategis bagi para chef dan pebisnis kuliner, termasuk Indonesia.
“Didukung oleh ratusan Chef profesional, kami tidak hanya menyediakan produk berkualitas tetapi juga ragam inspirasi agar para mitra kami dapat senantiasa mengikuti perkembangan di dunia kuliner, termasuk melalui inisiatif Future Menu,” kata Gemita.
Indonesian UFS Chef Team di Future Menu SEA 2025. Foto: dok. Unilever Indonesia
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2023, panduan ini telah berhasil mengidentifikasi tren utama yang memengaruhi dinamika industri layanan makanan secara global maupun lokal.
Gemita menyebut Future Menu juga terbukti mendukung pelaku industri dalam menyajikan menu yang tidak hanya relevan dengan tren, tetapi juga memiliki potensi mengubah lanskap kuliner masa depan.
Pertumbuhan industri kuliner di Indonesia memperkuat relevansi inisiatif ini. Survei Perusahaan/Usaha Penyediaan Makanan dan Minuman 2023 dari Badan Pusat Statistik menunjukkan, saat ini ada 4,85 juta usaha makanan dan minuman yang beroperasi di Indonesia, meningkat sekitar 21,13 persen dibandingkan 2016.

Ikan Arsik: Kekayaan Budaya Kuliner Indonesia

Ikan arsik khas Batak Toba secara khusus dipersembahkan UFS Indonesia untuk merepresentasikan tren Culinary Roots di “Future Menu 2025 SEA”. Foto: dok. Unilever Indonesia
Untuk menyusun Future Menu 2025, UFS melakukan riset mendalam yang menggabungkan laporan industri, analisis tren media sosial, wawasan dari 250 chef UFS, serta masukan dari chef profesional di berbagai negara. Hasilnya mengerucut pada empat tren utama: Street Food Couture, Borderless Cuisine, Culinary Roots, dan Diner Designed.
Keempat tren ini diperkenalkan melalui ajang “Future Menu 2025 SEA” yang menghadirkan ratusan chef profesional dan pemimpin industri kuliner se-Asia Tenggara. Dalam sesi tersebut, UFS Indonesia membawa ikan arsik, dekke na niarsik dalam bahasa Batak, untuk menunjukkan kekayaan budaya kuliner Tanah Air.
Hidangan ikan arsik yang sarat nilai sejarah ini sebelumnya biasa disajikan dalam upacara adat dan perayaan penting. Kini, sajian ini sudah menjadi bagian dari menu harian tanpa kehilangan kesakralannya. Didukung produk-produk UFS serta keahlian chef dalam memadukan rempah khas Indonesia, ikan arsik disajikan dengan visual yang menarik dan rasa yang autentik.
Chef Ronald Tokilov dari Balicooks yang turut hadir menilai bahwa warisan kuliner Indonesia memiliki daya tarik besar.
Deretan brand berkualitas profesional produksi Unilever Food Solutions se-Asia Tenggara. Foto: dok. Unilever Indonesia
“Event ini membuktikan bahwa inovasi dan kreativitas chef bisa menjadi kunci untuk menjadikan kekayaan kuliner lokal dalam bersaing di kancah kuliner modern, baik di dalam maupun luar negeri, tanpa kehilangan jati diri,” kata Ronald.
UFS Indonesia juga mengundang sejumlah pebisnis kuliner ternama seperti TOMA Group, ISMAYA Group, BIKO Group, GIOI Group, TAVERN Group Semarang, Seribu Rasa, Dailah Sajian Nusantara, Kafe Betawi, Tide & Table, Soren, Mil’s Kitchen Yogyakarta, dan Locaahands.
Chef Arief Tonggeng dari TOMA Group menyampaikan bahwa acara tersebut memberikan banyak wawasan bagi pelaku industri.
“Future Menu 2025 SEA sangat seru karena ada banyak insight yang membantu pelaku industri seperti kami yang terkadang masih bingung atau sulit menentukan tren kuliner ke depan akan seperti apa. Di acara ini, kami mendapatkan jawaban yang meyakinkan” katanya.
“Semoga Future Menu 2025 SEA dapat menginspirasi para chef dan pebisnis kuliner menjadi lebih progresif dalam memanfaatkan berbagai tren terkini, sekaligus menyebarkannya ke sesama pegiat kuliner di Tanah Air,” tambah Gemita.
Ia juga menyebut bahwa bumbu dapur profesional seperti Knorr Professional, Royco, dan Bango siap mendampingi dalam menyempurnakan cita rasa masakan.
“Kami percaya, dengan dukungan berkelanjutan dari UFS dan semangat inovasi dari seluruh mitra kami, Indonesia akan semakin diperhitungkan di peta kuliner global,” tutupnya.
Future Menu 2025 akan segera tersedia dalam format e-book dan disesuaikan dengan konteks masing-masing negara, termasuk Indonesia. E-book ini dapat diakses melalui situs resmi UFS: https://www.unileverfoodsolutions.co.id.
Trending Now