Usai Kasus Radioaktif Cesium, RI Mau Ekspor 200 Kontainer Udang ke AS Bulan Ini
6 November 2025 13:24 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Usai Kasus Radioaktif Cesium, RI Mau Ekspor 200 Kontainer Udang ke AS Bulan Ini
KKP menyebut saat ini ada 100-130 kontainer udang yang akan diekspor ke AS tengah tunggu hasil scanning BRIN. kumparanBISNIS

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan Indonesia bisa mengekspor sebanyak 200 kontainer udang ke Amerika Serikat (AS) bulan ini usai pengiriman sebelumnya terhambat imbas dugaan dugaan kontaminasi radioaktif Cesium-137.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan P2HP) KKP, Ishartini, mengatakan saat ini sekitar 100 hingga 130 kontainer udang yang akan diekspor ke AS tengah menunggu hasil scanning dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dia memastikan seluruh udang yang diekspor ke AS telah memenuhi persyaratan yaitu bebas dari radioaktif cesium 137.
βKami menargetkan 200 (kontainer) ini bulan ini, karena sampai sekarang sudah 100 (kontainer) 130 (kontainer) lebih sudah selesai scanning tinggal menunggu hasil uji dari lab BRIN, mudah-mudahan biasanya lab BRIN itu sekitar 1 minggu saja mudah-mudahan ini bisa,β kata Ishartini dalam Media Briefing di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (6/11).
Ishartini mengeklaim jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) penduduk AS telah menanti udang dari Indonesia. Karena itu, Indonesia berusaha agar udang-udang ini bisa dinikmati pada momen tersebut.
β(Nilai 130 kontainer) Itu kurang lebih 2.000 ton lebih ya, kalau 2.000 ton dikalikan aja kalau 1 kg-nya sekitar Rp 80 ribu lah,β ujarnya.
Pada saat yang sama, Ishartini juga mengungkap Indonesia telah mengirim sebanyak 7 kontainer udang ke AS usai permasalahan kontaminasi radioaktif tersebut. Nilainya mencapai USD 1,2 juta atau setara dengan Rp 20,06 miliar Rp 16.719 per dolar AS.
βKita lepas baru 7 kontainer kemarin, volumenya 106 ton, senilai USD 1,2 juta ini semua sudah memenuhi. Baru 7 ya, baru pertama tapi itu udah pecah telur gitu,β jelasnya.
AS Masih Jadi Pasar yang Besar bagi Udang Indonesia
Berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan diolah KKP, nilai ekspor udang Indonesia pada periode Januari-September 2025 tercatat USD 1,40 miliar dengan volume ekspor sekitar 0,21 juta ton.
AS menjadi penerima ekspor udang terbesar dengan nilai sekitar USD 881,27 juta atau 63,1 persen dari keseluruhan, lalu Jepang sekitar USD 230,86 juta, atau 16,5 persen, lalu China sekitar USD 74,34 juta, sebesar 5,3 persen, Uni Eropa sekitar USD 57 juta, 4,2 persen, dan ASEAN sekitar USD 37,49 juta sebesar 2,7 persen.
Dari data tersebut terlihat pasar AS mendominasi ekspor udang Indonesia pada periode tersebut, sementara pasar Asia yaitu Jepang, China, ASEAN tetap menjadi tujuan penting namun dengan pangsa yang jauh lebih kecil dibanding AS.
