Utang Luar Negeri RI Naik 6,4 Persen, Tembus Rp 7.116 Triliun

15 Mei 2025 11:13 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Utang Luar Negeri RI Naik 6,4 Persen, Tembus Rp 7.116 Triliun
Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri pada triwulan I 2025 mencapai USD 430,4 miliar atau setara dengan Rp 7.116 triliun (kurs Rp 16.535).
kumparanBISNIS
Ilustrasi Dolar-Rupiah Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dolar-Rupiah Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terus mencatatkan kenaikan. Bank Indonesia melaporkan posisi ULN pada triwulan I 2025 mencapai USD 430,4 miliar atau setara dengan Rp 7.116 triliun (kurs Rp 16.535). Jumlah tersebut tumbuh sebesar 6,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang hanya 4,3 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kenaikan ULN ini terutama bersumber dari sektor publik, terutama utang pemerintah yang mengalami pertumbuhan signifikan. Meski demikian, Bank Indonesia menekankan bahwa struktur utang tetap dalam kondisi sehat dan dikelola secara hati-hati.
โ€œUtang Luar Negeri Indonesia pada triwulan I 2025 terjaga. Posisi ULN Indonesia pada triwulan I 2025 tercatat sebesar USD 430,4 miliar atau secara tahunan tumbuh sebesar 6,4 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV 2024 sebesar 4,3 persen. Perkembangan posisi ULN tersebut bersumber dari sektor publik,โ€ kata Denny dalam keterangan resminya, Kamis (15/5).
Pada periode ini, posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD 206,9 miliar atau setara dengan Rp 3.421 triliun. Pertumbuhan tahunan ULN pemerintah tercatat sebesar 7,6 persen, meningkat tajam dari pertumbuhan 3,3 persen pada triwulan sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh penarikan pinjaman baru serta meningkatnya aliran dana asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional.
Peningkatan aliran modal ini dinilai mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, meski di tengah tekanan ketidakpastian global yang terus berlanjut.
โ€œPerkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman dan peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring dengan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang makin tinggi,โ€ ungkapnya.
Meski utang bertambah, pemerintah tetap menjaga kredibilitas dan mengelola ULN secara hati-hati. Pemanfaatan utang diarahkan untuk sektor-sektor produktif seperti jasa kesehatan dan kegiatan sosial 22,4 persen, administrasi pemerintah dan jaminan sosial 18,5 persen, pendidikan 16,5 persen, konstruksi 12 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,7 persen. Hampir seluruh ULN pemerintah, yakni 99,9 persen, berupa utang jangka panjang.
Berbeda dengan pemerintah, ULN sektor swasta justru mencatatkan kontraksi. Posisi ULN swasta pada triwulan I 2025 mencapai USD 195,5 miliar atau sekitar Rp 3.232 triliun. Angka ini turun 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, kontraksi pada triwulan IV 2024 tercatat sebesar 1,6 persen.
Kontraksi ini terutama disebabkan oleh penurunan ULN pada sektor korporasi non-lembaga keuangan, yang mengalami kontraksi sebesar 0,9 persen. Meski demikian, utang swasta tetap terkonsentrasi di sektor-sektor utama seperti industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan. Sekitar 76,4 persen dari total ULN swasta juga merupakan utang jangka panjang, yang dianggap lebih aman dan stabil.
Bank Indonesia menegaskan, secara umum struktur ULN Indonesia tetap sehat dan terjaga. Ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di level 30,6 persen. Selain itu, 84,7 persen dari total ULN merupakan utang jangka panjang, yang lebih resilien terhadap fluktuasi jangka pendek di pasar keuangan global.
โ€œStruktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga sebesar 30,6 persen, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,7 persen dari total ULN,โ€ jelas dia.
Dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan utang, Bank Indonesia bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi dan pemantauan. Peran ULN sebagai sumber pembiayaan pembangunan nasional akan terus dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan stabilitas makroekonomi.
Trending Now