Vale Indonesia Mulai Tahap Konstruksi Infrastruktur Strategis Smelter Pomalaa

30 Juli 2025 15:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vale Indonesia Mulai Tahap Konstruksi Infrastruktur Strategis Smelter Pomalaa
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) resmi memulai pembangunan infrastruktur penunjang untuk Indonesia Growth Project Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
kumparanBISNIS
Seremoni peletakan batu pertama infrastruktur penunjang untuk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto: Vale Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Seremoni peletakan batu pertama infrastruktur penunjang untuk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto: Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) resmi memulai pembangunan infrastruktur penunjang untuk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung visi hilirisasi pemerintah dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi global berbasis kendaraan listrik (EV).
Bekerja sama dengan PT Leighton Contractors Indonesia (LCI), seremoni peletakan batu pertama dilaksanakan di View Point Living Area, dan dihadiri oleh Bupati Kolaka Amri, Ketua Komisi III DPRD Kolaka Israfil Sanusi, President Director LCI Simon Burley, serta perwakilan Kedutaan Besar Australia dan jajaran manajemen PT Vale IGP Pomalaa.
Pembangunan infrastruktur ini mencakup Workshop, Office Area, Operational Camp, Main Entrance, serta fasilitas pendukung lainnya, termasuk Operation Building, Maintenance Building, Residence, dan Support Building.
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan perusahaan telah menggandeng Zhejiang Huayou Cobalt sebagai mitra teknologi pembangunan smelter HPAL Pomalaa sejak awal 2022.
"Proyek ini menjadi simbol bahwa limonite Kolaka bisa menjadi sumber kesejahteraan, bukan limbah. Dan kami tidak bisa melakukannya sendiri kolaborasi dengan mitra seperti LCI membuat kami optimistis bahwa proyek ini akan membangun warisan untuk generasi mendatang,โ€ ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (30/7).
Seremoni peletakan batu pertama infrastruktur penunjang untuk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto: Vale Indonesia
President Director LCI, Simon Burley, menyambut baik bahwa perusahaan bisa kembali berkarya di Indonesia melalui kerja sama dengan Vale Indonesia.
โ€œPT LCI merasa terhormat dapat berkontribusi dalam proyek strategis nasional ini. Dengan teknologi konstruksi yang cepat, efisien, dan standar internasional, kami menjunjung tinggi keselamatan sebagai prioritas utama. Kami juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-57 untuk PT Vale,โ€ ujarnya.
Proyek yang dikembangkan oleh LCI ini ditargetkan rampung dalam waktu 26 bulan alias hingga 31 Oktober 2026. Tercatat hingga Juli 2025, progres fisik keseluruhan proyek IGP Pomalaa telah mencapai 31 persen, termasuk tahap awal konstruksi pabrik HPAL yang menggandeng Huayou.
Blok Pomalaa menyimpan potensi besar dari jenis bijih limonite yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Melalui teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), Vale membuka peluang baru untuk menjadikan limonite sebagai sumber daya strategis bagi bahan baku baterai kendaraan listrik.
Sementara itu, Second Secretary Economic Trade and Investment Kedutaan Besar Australia, Julia DeLorenzo, menegaskan pentingnya investasi jangka panjang Australia di Indonesia, terutama di luar Jawa.
โ€œCIMIC Group (induk LCI) telah hadir lebih dari 50 tahun di Indonesia. Kolaborasi ini mencerminkan masa depan kerja sama bilateral yang semakin kuat dan inklusif,โ€ ungkapnya.
Bupati Kolaka, Amri, S.STP., M.Si., menggarisbawahi pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal. โ€œRegulasi kita jelasโ€”minimal 70% tenaga kerja tidak terampil harus dari lokal. Pengangguran terbuka masih tinggi. Saya minta semua mitra Vale patuh pada ini, juga pada pajak, retribusi, dan keterlibatan pengusaha lokal. Jangan lupa, realisasikan pembangunan smelter bersama PT KNI seperti yang dijanjikan,โ€ tegasnya.
Trending Now