Wamen ESDM: Shell Sepakat Beli BBM dari Pertamina Sebanyak 100 Ribu Barel

25 November 2025 13:58 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamen ESDM: Shell Sepakat Beli BBM dari Pertamina Sebanyak 100 Ribu Barel
Wamen ESDM Yuliot Tanjung memastikan sudah ada kesepakatan antara Shell dan Pertamina terkait pembelian BBM.
kumparanBISNIS
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Hotel Sheraton Jakarta, Selasa (25/11/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Hotel Sheraton Jakarta, Selasa (25/11/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, memastikan PT Shell Indonesia dan PT Pertamina Patra Niaga sudah sepakat terkait pembelian BBM murni (base fuel).
Yuliot mengungkapkan impor BBM untuk Shell dari Pertamina rencananya akan sampai sekitar 24 dan 25 November 2025 atau maksimal pada hari ini. Total pembeliannya sebanyak 100 ribu barel alias 1 kargo pengiriman.
"Shell sudah terdapat kesepakatan dengan Pertamina, ini direncanakan tanggal 24 atau 25 ini sudah sampai di tempat titik serah yang disepakati antara Pertamina dengan Shell," ungkap Yuliot saat ditemui di Hotel Sheraton Jakarta, Selasa (25/11).
"Jadi, lebih kurang 100 ribu barel ya," tambahnya.
Ilustrasi SPBU Shell. Foto: REUTERS/Marcos Brindicci
Sebelumnya, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan negosiasi antara Pertamina Patra Niaga dengan badan usaha swasta pengelola SPBU Shell sudah memasuki tahap akhir.
โ€œVivo kan kemarin sudah, sekarang kabar terakhir Shell memasuki tahap akhir,โ€ ucap Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, seperti dikutip dari Antara, Selasa (25/11).
Kesepakatan dengan Shell ini menyusul badan usaha swasta lain yang sudah lebih dulu bersepakat dengan Pertamina, yakni PT Aneka Petroindo Raya atau SPBU BP-AKR yang rencananya memasok 3 kargo dari impor Pertamina. Kemudian, PT Vivo Energy Indonesia yang sudah membeli 100 ribu barel.
Shell dan BP-AKR sudah mengalami kelangkaan stok BBM sejak pertengahan Agustus 2025. SPBU Vivo pun menyusul, dan kehabisan stok BBM-nya sejak pertengahan Oktober 2025.
Pada akhir Oktober 2025, pasokan BBM di SPBU bp pun mulai pulih. Teranyar, stok BBM untuk SPBU Vivo juga berangsur pulih sejak Minggu (23/11).
Trending Now