Wamen Investasi Sebut Toyota Minat Bangun Pabrik Etanol di RI

28 Oktober 2025 13:32 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamen Investasi Sebut Toyota Minat Bangun Pabrik Etanol di RI
Wamen Investasi Todotua Pasaribu sudah berbicara dengan Toyota terkait rencana membangun pabrik etanol.
kumparanBISNIS
Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, di sela acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, di sela acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, mengungkapkan Toyota berminat membangun pabrik etanol di Indonesia.
Todotua menilai perusahaan asal Jepang tersebut memiliki lini otomotif yang sebelumnya sudah menggunakan teknologi hidrogen berbasis bioetanol. Bahkan, beberapa produk Toyota disebut sudah mampu beroperasi dengan 100 persen bahan bakar etanol (E100).
โ€œIya bangun pabrik etanol. Toyota salah satu yang interest, di luar itu ada beberapa lagi,โ€ tutur Todotua saat ditemui di sela acara Sarasehan 100 Ekonom yang digelar INDEF di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (28/10).
Todotua mengatakan dari hasil pembicaraan dengan pihak Toyota, perusahaan itu tengah mempertimbangkan langkah untuk mengamankan pasokan bahan baku atau feedstock dari sektor hulu.
โ€œFeedstock untuk suplai bahan bakunya, maka mereka (Toyota) juga serius untuk masuk kepada plan etanol. Mudah-mudahan ini prosesnya bisa smooth, bisa segera realisasi,โ€ ujar Todotua.
Selain itu, Todotua juga telah melakukan pendekatan dengan Brasil terkait kerja sama di bidang etanol. Menurutnya, Brasil menjadi salah satu negara yang berhasil mengembangkan industri etanol.
โ€œBaik dari strategic penanamannya terhadap community-community-nya maupun dalam plan. Kalau saya enggak salah di sana (Brasil) ada kekuatan sampai 2 juta setahun,โ€ ungkap Todotua.
Sebelumnya, pemerintah tengah mempercepat pembangunan pabrik pengolahan tebu di Merauke, Provinsi Papua Selatan, untuk program bahan bakar nabati bioetanol.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, mengatakan pabrik tersebut ditargetkan bisa rampung dan mulai memproduksi bioetanol pada 2027.
"Kita harapkan tahun 2027 sudah akan berproduksi bioetanol yang ada di Merauke, Papua Selatan. Jadi, ini kita lagi konsolidasikan," kata Yuliot saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/8).
Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15 Tahun 2024, salah satu penugasan Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi berupa percepatan swasembada gula, termasuk untuk program bioetanol serta pembangkit listrik biomassa.
Trending Now