Wamenaker Siap Beri Karpet Merah Bagi Taiwan-Vietnam yang Minat Relokasi Pabrik

3 Agustus 2025 13:31 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Emmanuel Ebenezer di Auditorium BRIN, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Emmanuel Ebenezer di Auditorium BRIN, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Indonesia dikabarkan akan menjadi negara tujuan relokasi pabrik dari Taiwan dan Vietnam usai mendapat tarif Trump lebih rendah yaitu 19 persen.
Melihat peluang itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer siap memberi insentif bagi perusahaan asing yang siap merelokasi pabrik ke dalam negeri supaya menyerap tenaga kerja dalam negeri.
β€œBuat relaksasi, buat para industri-industri ini agar apa, mereka nyaman berinvestasi,” kata sosok yang akrab disapa Noel itu kepada kumparan pada Minggu (3/8).
Maksud dari karpet merah yang disebut Noel adalah memberi berbagai kemudahan regulasi bagi para investor.
β€œUdah regulasi-regulasi yang memberatkan buang aja lah. Deregulasi, itu doang. Kalau Presiden sudah punya semangat itu, permen-permen, pertek-pertek. Jangan ada lagi kayak gitu-gitu, karena itu tegas Presiden,” ujarnya.
Meski demikian, terkait proyeksi jumlah lapangan kerja yang dapat terbuka dari adanya relokasi-relokasi pabrik tersebut, Noel belum mempunyai hitungan pastinya. Meski demikian, Ia tetap optimis rencana relokasi tersebut akan berdampak baik terhadap sektor ketenagakerjaan di Indonesia.
β€œKalau seandainya Permendag Nomor 8 itu direvisi, mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan sampai 10 juta kok,” kata Noel.
Peserta mengikuti pelatihan menjahit 'upper' atau bagian atas alas kaki di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Siswowidodo
Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengungkap hasil negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS) punya dampak baik ke perekonomian Indonesia.
Banyak negara kemudian berminat untuk merelokasi pabriknya ke Tanah Air. Ini juga dinilai bisa membuka lapangan kerja. Dua negara yang disebut Luhut adalah Vietnam dan Taiwan. Vietnam dikenakan tarif oleh AS sebesar 20 persen dan Taiwan sebesar 32 persen dengan negosiasi masih berjalan.
β€œKarena tarif 19 persen ini masih banyak breakdown yang dibawa yang akan membuat ekonomi kita bagus ke depan. Lapangan kerja, bahkan banyak orang dari Vietnam juga pengin, Taiwan pengin juga relokasi (pabrik), karena 1 persen very meaningful sebenarnya,” kata Luhut dalam peluncuran Yayasan Padi Kapas Indonesia di Main Hall, Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan pada Senin (28/7).
Trending Now