Wamentan Pastikan Petani Dapat Kompensasi Gagal Panen Imbas Kebocoran Pipa
16 September 2025 13:52 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Wamentan Pastikan Petani Dapat Kompensasi Gagal Panen Imbas Kebocoran Pipa
Wamentan mengatakan akan mengirim tim ke Sulawesi Selatan untuk memastikan petani dapat kompensasi yang gagal panen akibat kebocoran pipa milik Vale Indonesia. kumparanBISNIS

Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengirim tim ke Sulawesi Selatan untuk memastikan kompensasi kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kebocoran pipa PT Vale Indonesia Tbk dapat ditangani. Saat ini, Wakil Mentan (Wamentan) Sudaryono juga menuturkan Vale akan bertanggung jawab atas kerugian gagal panen tersebut.
Sebelumnya, Direktur PT Vale, Bernardus Irmanto juga sempat menekankan bahwa perusahaan menempatkan keselamatan masyarakat dan pemulihan lingkungan di atas segalanya.
βBentuk pertanggung jawabannya adalah akan ada kompensasi untuk petani dari perusahaan yang bersangkutan (Vale) dan tim dari Kementan juga akan segera koordinasi ke wilayah daerah tersebut untuk memastikan bahwa kerugian dari masyarakat itu tertangani,β kata Sudaryono dalam Rapat Kerja Komisi IV bersama Kementerian Pertanian di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Selasa (16/9)
Terkait penanganan, Sudaryono juga menuturkan saat ini Vale sudah melakukan langkah penanggulangan dari insiden tersebut.
βKebocoran pipa kami sampaikan kepada sidang yang terhormat, terdampaknya ada 30 hektare sawah gagal panen ya, penanggulangannya sudah dilakukan isolasi dan sudah ditanggulangi,β ujarnya.
Sebelumnya, PT Vale Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganan yang sedang dilakukan.
Karena itu, perusahaan membuka akses informasi secara berkala melalui posko pengaduan dan kanal resmi, serta menyusun laporan harian bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur untuk memastikan akuntabilitas publik.
Perusahaan juga terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Towuti, BPBD, DLH, aparat kepolisian, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk menerima kunjungan Inspektur Tambang dan tim dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK) sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi.
Di tengah penanganan darurat, PT Vale juga menaruh perhatian pada masyarakat terdampak. Perusahaan menyediakan dukungan logistik dan layanan kesehatan, serta melibatkan warga setempat dalam upaya penanganan untuk memastikan solidaritas dan kebermanfaatan ekonomi tetap terjaga.
