Waskita Karya Rampungkan Divestasi Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 T
2 Desember 2025 14:54 WIB
·
waktu baca 3 menit
Waskita Karya Rampungkan Divestasi Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 T
PT Waskita Toll Road (WTR), resmi menyelesaikan seluruh rangkaian aksi korporasi divestasi saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).kumparanBISNIS

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, melalui anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR), resmi menyelesaikan seluruh rangkaian aksi korporasi divestasi saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).
Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan total nilai transaksi tersebut mencapai Rp 3,28 triliun, salah satunya terdiri dari divestasi atau pelepasan 35 persen saham CCT milik WTR kepada PT Bakrie Toll Indonesia. Penandatanganan Jual Beli Saham (SPA) dilakukan pada Jumat (28/11).
“Kami bersyukur rangkaian aksi korporasi, termasuk proses pelepasan saham atau divestasi CCT berjalan lancar dan sudah selesai. Langkah ini sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap kreditur dan memenuhi Master Restructuring Agreement (MRA) yang telah efektif sejak Oktober tahun 2024,” ujarnya, Selasa (2/12).
Nugroho menjelaskan, divestasi jalan tol menjadi bagian strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis Waskita Karya. Aksi korporasi ini juga akan mendukung upaya penyehatan keuangan sekaligus memenuhi kebutuhan pendanaan strategis.
“Waskita Karya akan terus menjaga stabilitas keuangan serta melakukan divestasi jalan tol. Perseroan juga fokus mengembalikan core business (bisnis inti) sebagai perusahaan konstruksi yang membangun gedung, infrastruktur air, jalan, dan jembatan,” tutur Nugroho.
Dia menambahkan, dana hasil divestasi akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditur, menambah likuiditas, sekaligus arus kas bagi operasional perusahaan. Dengan begitu perusahaan dapat menata kembali portofolio, sehingga nilai aset lebih terjaga.
Adapun komposisi saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung sebelumnya sebanyak 55 persen dimiliki oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Kemudian 10 persen PT Bakrie Toll Indonesia dan 35 persen anak usaha Waskita Karya yakni WTR.
“Ke depannya, perseroan akan terus melakukan divestasi jalan tol lainnya, sebagai salah satu strategi penguatan keuangan perusahaan. Pada 2024, Waskita Karya pun telah melakukan divestasi saham PT Trans Jabar Tol (TJT) sebesar 25 persen kepada PT SMI,” kata Nugroho.
Dalam 10 tahun terakhir, perseroan melalui grup usaha WTR sudah melakukan investasi terhadap 18 ruas jalan tol yang mencakup Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya sudah dilakukan divestasi sejak 2019 lalu.
Secara keseluruhan, kontribusi Waskita Karya mencapai lebih dari 1.000 kilometer (km) dari 3.000 km jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Profil Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
Mengutip BPJT, jalan Tol Cimanggis-Cibitung memiliki panjang ruas 26,18 kilometer (km).
Jalan tol ini terdiri dari 2 seksi yaitu Seksi 1 Ruas Junction Cimanggis–Jatikarya sepanjang 3,17 Km, Seksi 2A Ruas Jatikarya–Cikeas sepanjang 3,36 Km, dan Seksi 2B Interchange Cikeas – Cibitung sepanjang 19,65 km yang baru saja diresmikan serta menjadi seksi terakhir pada ruas tol tersebut.
Jalan Tol Cimanggis – Cibitung terhubung langsung dengan Jalan Tol Trans Jawa ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek (eksisting) serta terhubung ke Jalan Tol Jakarta – Bogor – Ciawi (Jagorawi).
Selain itu, Jalan Tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2, diantaranya Jalan Tol Cengkareng – Kunciran, Kunciran – Serpong, Serpong – Cinere, Cinere – Jagorawi, dan Cibitung – Cilincing.
