Waspada Modus Penipuan di Dunia Maya! Ini Tips Jaga Data Pribadimu!
27 November 2025 10:00 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Waspada Modus Penipuan di Dunia Maya! Ini Tips Jaga Data Pribadimu!
Modus penipuan digital kini semakin canggih dan meyakinkan. Yuk, simak tips berikut ini agar tidak menjadi korbannya!kumparanBISNIS

Di era digital yang serba cepat, modus kejahatan siber pun semakin bervariasi. Modus penipuan kini bahkan tampil meyakinkan dan terlihat seperti pihak yang ingin membantu.
Ya, pelaku kejahatan siber kerap menyamar menjadi customer service palsu yang sigap menanggapi keluhan, lengkap dengan akun media sosial yang tampak resmi serta petugas instansi fiktif yang bertugas mengirimkan link mencurigakan.
Semua dilakukan dengan satu tujuan, yakni mencuri data pribadi dan menguras rekening korban. Agar tidak jadi korban selanjutnya, yuk kenali beberapa jenis modus penipuan digital yang kini semakin marak mengancam masyarakat.
1. Modus Penipuan CS Palsu
Salah satu yang marak adalah penipuan yang mengatasnamakan customer service bank. Para pelaku dengan lihai meniru suara, gaya bicara, hingga cara berinteraksi seperti petugas resmi. Mereka bahkan menggunakan nomor telepon yang mirip dengan nomor resmi bank, misalnya 1500888 dengan awalan 021 atau +62 yang sering digunakan oleh Halo BCA, untuk membuat calon korban merasa yakin.
Berperan selayaknya CS Halo BCA, mereka akan menyampaikan informasi palsu seolah-olah ada transaksi mencurigakan pada rekening atau kartu kredit calon korban. Lalu si penipu pura-pura menawarkan bantuan untuk melakukan pembatalan transaksi mencurigakan tersebut.
Berdalih membantu, calon korban pun akan diarahkan untuk membuka link yang diberikan dan mengisi data-data pribadi untuk pembatalan transaksi. Setelah data-data pribadi didapatkan, pelaku akan langsung menjalankan aksinya mencuri isi rekening atau kartu kredit korban.
2. Modus Penipuan Akun Palsu
Bukan cuma lewat telepon, kini penipuan juga banyak terjadi lewat media sosial dan aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Telegram. Modusnya, pelaku membuat akun palsu yang menyerupai akun resmi bank, lengkap dengan foto profil, logo, hingga centang biru palsu agar terlihat semakin meyakinkan.
Misalnya, penipuan mengatasnamakan akun resmi BCA, biasanya menggunakan logo BCA, logo BCA Expo, logo Gebyar BCA, atau logo BCA lainnya yang diambil dari website resmi BCA atau akun resmi BCA.
Agar semakin menyerupai akun resmi, pelaku juga menambahkan centang biru pada profile picture akun tersebut. Namun perlu diingat bahwa akun resmi tidak pernah menaruh centang biru di dalam foto profil.
Hampir mirip dengan modus CS palsu, pelaku biasanya mengaku dari BCA dan menyampaikan informasi palsu yang memberikan penawaran menarik atau membuat calon korban panik seperti adanya transaksi mencurigakan, rekening diblokir, dan lain sebagainya.
Dalam keadaan emosional ini, orang akan lebih mudah tergoda membagikan data pribadi secara langsung atau mengikuti tautan yang diberikan pelaku. Begitu data itu berada di tangan penipu, akun bank dan kartu kredit akan langsung dibobol.
3. Modus Penipuan Link Palsu
Modus penipuan lewat tautan (link) palsu juga banyak memakan korban. Kini yang sedang marak terjadi adalah penipuan link palsu seolah-olah petugas dari sebuah instansi resmi.
Dengan tutur kata yang sangat meyakinkan, pelaku akan memberikan penawaran yang membuat korban terkecoh, salah satunya mengarahkan untuk membuka link dan meng-install aplikasi yang diberikan.
Sesaat setelah korban mengikuti panduan pelaku, perangkatnya dapat terkena malware yang menyebabkan data pribadi hingga saldo rekeningnya hilang.
Tips Aman Menghindari Modus Penipuan Digital
Semakin canggih teknologi, semakin kreatif pula para penipu mencari celah. Tapi jangan khawatir, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar terhindar dari jebakan penipuan online.
1. Jangan cepat panik atau cepat senang saat mendapatkan pesan mencurigakan. Sebab, saat korban tidak dapat berpikir jernih, ini yang dimanfaatkan oleh penipu untuk dapat memandu kita sesuai keinginannya.
2. Selalu jaga kerahasiaan data pribadi. Jangan berikan data pribadi perbankan (seperti PIN, password, kode OTP, CVV/CVC, masa berlaku kartu, dan lain-lain) kepada siapa pun lewat sarana apa pun.
3. Ingat bahaya malware! Jika ada nomor tidak dikenal mengirim link atau file apk, jangan langsung klik link atau unduh file sembarangan.
4. Selalu ingat nomor kontak resmi, akun resmi dan link situs resmi BCA.
5. Gunakan aplikasi antivirus atau software bawaan handphone untuk melindungi gadget dari aplikasi berbahaya dan malware.
Selalu waspada terhadap modus-modus penipuan terkini dengan selalu update informasinya di sini.
