Yordania Undang RI Investasi Jalan Tol hingga Logistik
15 November 2025 15:53 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Yordania Undang RI Investasi Jalan Tol hingga Logistik
CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan Yordania menjajaki kerja sama investasi dengan RI.kumparanBISNIS

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein menawarkan kerja sama investasi dengan Indonesia.
Rosan menyebut tawaran tersebut mencakup tiga bidang strategis meliputi sektor pipanisasi gas, pembangunan jalan tol, hingga sektor logistik.
βDi pipanisasi gas kurang lebih nilainya USD 1 miliar, kemudian di jalan tolnya kurang lebih USD 300 juta,β kata Rosan di Jakarta, Sabtu (15/11).
Rosan mengatakan Danantara akan mengevaluasi sekaligus menindaklanjuti tawaran Raja Yordania tersebut. Pada Desember mendatang, Danatara juga diundang langsung untuk datang ke Yordania.
Rosan menjelaskan sebelumnya Indonesia juga telah bekerja sama dalam bidang bahan baku pupuk dengan Yordania. Kerja sama tersebut direncanakan akan semakin diperluas.
βSebetulnya kerja sama itu 50 persen sudah ada di Indonesia dan rencananya ingin dikembangkan lagi, termasuk akan berinvestasi untuk fosfat dan juga potas di Yordania,β jelasnya.
Sebelumnya, dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Yordania pada April lalu, pemerintah telah menyampaikan rencana pembelian bahan baku pupuk meliputi fosfat dan potasium dalam jumlah besar.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah membuka peluang untuk menjalin kontrak jangka panjang dalam pembelian bahan baku pupuk tersebut. Keputusan ini akan dipertimbangkan jika bahan baku pupuk yang ditawarkan Yordania terbukti menguntungkan Tanah Air.
Amran menyebut bahan pupuk dari Yordania saat ini tercatat sebagai salah satu yang termurah di dunia. Meski jarak pengiriman dari Yordania lebih jauh dibanding negara pemasok lainnya, Amran menilai hal itu bukan hambatan jika harganya tetap lebih kompetitif.
βKenapa? Itu harganya kita cek itu termurah. Memang, yang nanti kita hitung baik itu jarak, yang agak jauh dibanding negara lain. Tapi kalau bisa lebih murah, kenapa tidak?β ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Kamis (17/4).
***
Reporter: Nur Pangesti
